1 tahun disway

9 April, International ASMR Day, Apa Hubungannya dengan Anak Kos Susah Tidur

9 April, International ASMR Day, Apa Hubungannya dengan Anak Kos Susah Tidur

International ASMR Day 9 April - ASMR For Trouble Sleeping Solutions-pinterest-

MALANG, DISWAYMALANG.ID -- Usai masa liburan Lebaran, rutinitas kembali menuntut untuk dikejar. Tapi tubuh belum tentu bisa langsung diajak lari lagi. Salah satu yang paling sering terdampak pasca-liburan—tanpa banyak disadari—adalah pola tidur.

Anak kos yang sudah lelah, tapi tetap saja susah tidur. Kamar sempit terasa makin bising, pikiran makin ramai, dan tubuh terus menolak istirahat total.

Nah, 9 April ini diperingati sebagai International ASMR Day, dan ini bisa jadi waktu yang pas untuk mulai mengenal dan mencoba ASMR sebagai cara reset tidur di tengah kekacauan ritme pasca-liburan.

Bukan tren iseng belaka, ASMR—atau Autonomous Sensory Meridian Response—adalah sensasi menyenangkan yang timbul dari mendengarkan suara-suara tertentu: dari bisikan, gesekan benda, sampai suara lingkungan seperti hujan atau kipas angin.

Sensasi ini biasanya dimulai dari kepala, lalu menjalar ke leher dan tubuh—membuat pendengarnya merasa tenang, rileks, bahkan sampai mengantuk.

Buat anak kos yang jauh dari rumah dan tidak bisa mengandalkan pelukan ibu atau suara kamar yang familiar, ASMR bisa jadi alternatif yang murah, simpel, dan pelan-pelan ampuh.

Tips Dengerin ASMR Biar Tidur di Kosan Tidak Drama Lagi

1. Kenali Dulu Tujuan: Relaksasi atau Ngantuk?

ASMR itu bukan audio sulap. Kalau niat  dengerin ASMR buat langsung tidur lelap dalam 2 menit, kamu bisa kecewa. Maka, tentukan dulu: mau pakai ASMR buat menenangkan diri, buat bantu tidur, atau cuma biar kepala tidak terlalu ramai?

Kalau targetnya tidur, pilih ASMR yang ritmenya lambat, suara konstan, dan tidak banyak interaksi. Tapi kalau cuma ingin rileks setelah seharian kuliah dan organisasi, bisa coba ASMR yang agak 'bercerita' atau ada suara gerakan tangan. Mengenali niat ini penting supaya tidak frustrasi di tengah proses.

2. Mulai dari Suara yang Paling Familiar Buat Kamu

Jangan langsung lompat ke  video ASMR dengan suara bisikan intens atau roleplay yang  tidak dikenal konteksnya. Kalau  terbiasa tidur dengan suara hujan di atap rumah, mulai dari sana. Kalau  dulu suka suara buku di perpustakaan, cari yang seperti itu.

ASMR bukan soal aneh-anehan, tapi soal membangun kenyamanan suara versi dirimu sendiri. Dan buat anak kos, ini bisa jadi cara paling cepat buat bawa kembali “rasa rumah” ke kamar yang kecil dan asing.

3. Hindari Platform Visual Kalau Tujuannya Tidur

YouTube emang gudangnya ASMR, tapi layar yang menyala bisa bikin mata terus aktif. Kalau kamu susah tidur, hindari konten ASMR visual dan pilih platform audio-only seperti Spotify atau aplikasi khusus white noise.

Pilih yang bisa  dimatikan layarnya, pasang timer, dan tinggal rebahan. Dengan begitu, tubuh tahu: ini waktu buat istirahat, bukan buat konsumsi konten lagi.

4. Gunakan Headset Satu Telinga atau Speaker Personal

Tidur pakai dua earphone bisa menyiksa telinga. Tapi juga gak semua kosan bisa pasang speaker besar. Solusinya: earphone satu sisi atau speaker bluetooth kecil yang  ditaruh agak jauh dari kepala.

Tujuannya adalah buat menciptakan ruang audio yang “melingkupi” tanpa mengganggu. Apalagi kalau sekamar bareng teman, tetap bisa masuk dunia ASMR tanpa bikin orang lain risih.

5. Coba ASMR Roleplay Kalau  Lagi Merasa Sendiri

Sumber: body + soul