Begini Cara Menolak Makanan di Open House Tanpa Bikin Tuan Rumah Tersinggung

Begini Cara Menolak Makanan di Open House Tanpa Bikin Tuan Rumah Tersinggung

-Freepik -

MALANG, DISWAYMALANG.ID -- Lebaran adalah surga bagi para pecinta kuliner. Dari ketupat, opor, rendang, sampai kue-kue manis yang menggoda.

Setiap rumah yang kita kunjungi pasti menyuguhkan makanan dengan penuh kehangatan. Tapi, bagaimana kalau perut sudah penuh, atau kita harus membatasi asupan karena alasan kesehatan?

Menolak makanan di open house bisa jadi tantangan tersendiri.

Salah-salah, tuan rumah bisa tersinggung, apalagi kalau sudah susah payah menyiapkan hidangan. Tapi tenang, ada cara untuk menolak dengan halus tanpa merusak suasana.

Berikut sembilan strategi yang bisa dicoba!

1. Gunakan Alasan Kesehatan yang Masuk Akal

Jika sedang menjalani pola makan khusus atau punya kondisi kesehatan tertentu, ini bisa jadi alasan yang dapat diterima. Katakan dengan sopan, "Aduh, Tante, maaf ya, saya lagi mengurangi santan karena kolesterol." Biasanya, tuan rumah akan lebih memahami jika alasan yang diberikan berhubungan dengan kesehatan.

Namun, jangan sampai alasan ini terdengar dibuat-buat. Jika baru saja melahap sepiring opor di rumah sebelumnya, lalu tiba-tiba bilang menghindari santan, bisa-bisa malah dianggap tidak jujur.

2. Ambil Sedikit untuk Menghormati

Kadang, cara terbaik untuk menolak adalah dengan tetap menerima, tetapi dalam porsi kecil. Ambil sepotong kecil kue atau satu sendok opor, lalu puji rasanya. "Wah, enak banget! Tapi saya benar-benar sudah kenyang." Dengan cara ini, tuan rumah tetap merasa dihargai tanpa kita harus makan banyak.

Jika masih dipaksa, bisa juga mengalihkan ke orang lain. "Boleh buat dibawa pulang? Nanti saya kasih adik di rumah, pasti suka!" Tuan rumah senang, kita pun selamat.

3. Alihkan Perhatian dengan Obrolan

Saat tuan rumah mulai menyajikan makanan dan mengajak makan, alihkan perhatian dengan obrolan seru. "Eh, kemarin anaknya yang di luar negeri pulang, nggak?" atau "Gimana kabar usaha barunya?" Jika suasana obrolan jadi asyik, mereka bisa lupa memaksa kita untuk makan.

Trik ini cukup efektif, terutama jika tuan rumah suka berbagi cerita panjang. Makanan tetap ada di meja, tapi pembicaraan mengalihkan fokusnya.

Sumber: femina