2 tahun Disway Malang

Diduga Akibat Sisa Pembakaran Serasah Ditinggalkan Warga, Hutan Terbakar

Diduga Akibat Sisa Pembakaran Serasah Ditinggalkan Warga, Hutan Terbakar

Petugas dan relawan berusaha padamkan api yang membakar hutan disekitar desa Gunungsari Kota Batu.-ist-BPBD Kota Batu

BATU, DISWAYMALANG.ID–Peristiwa kebakaran hutan melanda kawasan hutan produksi jenis pinus di Petak 10B RPH Punten, BKPH Pujon, yang terletak di wilayah Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada Senin (21/9/2026). Amuk si jago merah yang diperkirakan mulai berkobar sejak pukul 14.00 WIB tersebut berhasil dilokalisasi dan dipadamkan oleh tim gabungan sebelum meluas ke areal yang lebih luas.

​Berdasarkan hasil kaji cepat dan penelusuran kronologi di lapangan, insiden ini diduga kuat dipicu oleh sisa pembakaran serasah (daun-daun kering) yang ditinggalkan warga tanpa pengawasan. Bara api yang masih menyala tertiup angin dan merambat dengan cepat menyapu vegetasi kering di sekitarnya. Akibatnya, area hutan produksi pinus seluas kurang lebih 1,4 hektare hangus terbakar.

BACA JUGA:Karhutla Gunung Butak-Kawi Tembus 1.050 Hektare, Api Meluas hingga Kabupaten Blitar

​Menanggapi laporan kejadian di titik koordinat S -7.83662° E 112.49951° tersebut, personel gabungan langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan tindakan darurat. Upaya pemadaman menghadapi tantangan tersendiri mengingat karakter vegetasi pinus dan serasah yang sangat mudah terbakar saat kondisi cuaca kering.

​Tim yang terlibat dalam operasi pemadaman dan penanggulangan ini terdiri dari berbagai unsur penanggulangan bencana dan kemasyarakatan, di antaranya:

  • ​Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, ​Perum Perhutani, TNI
  • ​Agen Informasi Bencana Provinsi Jawa Timur​Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kecamatan Bumiaji.

Relawan Penanggulangan Bencana Warga lokal masyarakat sekitar​

Guna memutus rantai kobaran api, tim gabungan secara bergotong royong menerapkan strategi pemadaman manual serta membuat sekat bakar (firebreak) di sekeliling perimeter area yang terbakar. Langkah isolasi ini terbukti efektif mencegah lidah api merembet ke tegakan pohon dan area hutan lainnya. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan proses penyiraman/pendinginan (cooling) serta melakukan pemantauan dan penyisiran menyeluruh (mopping up) untuk memastikan tidak ada lagi sisa bara atau titik api tersembunyi (hotspot) yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

BACA JUGA:Karhutla Kawah Ijen Mulai Terkendali, Tim Gabungan Fokus Pendinginan

​Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan (nihil). Kerugian materiil sejauh ini terkonsentrasi pada kerusakan vegetasi bawah dan tanaman pinus di areal terdampak seluas 1,4 hektare.

​Imbauan dan Rekomendasi Petugas

​Pasca-kejadian, Kepala BPBD Kota Batu bersama instansi terkait mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan:

​Dilarang Membakar Sampah/Serasah Sembarangan. "Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran sampah, serasah, maupun membuka lahan dengan cara dibakar di sekitar perimeter hutan," kata kepala BPBD Kota Batu, Suwoko, Senin malam.

BACA JUGA:Malaysia-Brunei Bawa Asap Karhutla ke ASEAN, Begini Langkah Pemerintah

Dilanjutkaannya, apabila terpaksa harus melakukan pembakaran terkontrol, dipastikan proses pembakaran terus diawasi hingga benar-benar padam total dan tidak menyisakan bara api sekecil apa pun sebelum ditinggalkan.

Mengingat saat ini kondisi cuaca masih kemarau, ​hindari segala bentuk aktivitas pembuat api. "Saat kondisi cuaca terik, kering, dan berangin kencang," terangnya.

​dia berharap, masyarakat segera melapor kepada petugas BPBD, Perhutani, atau aparatur desa terdekat jika melihat asap maupun titik api sekecil apa pun agar dapat ditangani secara dini sebelum meluas.

Sumber:

Berita Terkait