1 tahun disway

Kualitas Rumput Stadion Gajayana Dapat Sorotan dari Mantan Pemain Timnas

Kualitas Rumput Stadion Gajayana Dapat Sorotan dari Mantan Pemain Timnas

--

KLOJEN, DISWAYMALANG.ID – Stadion Gajayana kembali jadi sorotan. Mantan.pemain tim nasional yang pernah memperkuat Arema FC, Ahmad Bustomi, meminta Pemerintah Kota Malang segera melakukan perbaikan fasilitas. Terutama kondisi rumput lapangan, yang dinilainya tidak layak untuk pertandingan maupun pembinaan atlet muda.

Stadion Gajayana, yang dikenal sebagai salah satu stadion tertua di Indonesia, baru saja digunakan dalam ajang MS Glow for Men Soccer, Minggu (24/8). Namun, menurut Bustomi, kondisi rumput yang tidak terawat membuat permainan tidak nyaman dan berpotensi menghambat perkembangan sepak bola di Malang.

“Lapangan ini sangat penting sebagai tempat pembinaan bibit atlet sepak bola. Sayang sekali kalau kondisinya seperti ini. Harus segera diperbaiki,” tegas Bustomi saat ditemui usai pertandingan.

Sosok yang terakhir dikenal sebagai pelatih Persema Malang ini mengingatkan, Stadion Gajayana bukan stadion sembarangan. Dibangun pada 1924, stadion ini memiliki sejarah panjang dan menjadi salah satu ikon olahraga di Kota Malang. Ia pun merasa prihatin melihat kondisi rumput yang jauh dari standar.

“Saya sangat mencintai stadion ini karena punya banyak kenangan saat masih bermain. Tapi jujur, sekarang kondisinya butuh perhatian serius,” ujar mantan pemain yang juga pernah membela Persema Malang ini. 

Menurut mantan kapten Arema tersebut, pemerintah daerah seharusnya memberikan perhatian lebih kepada stadion yang memiliki nilai historis sekaligus fungsi vital bagi pembinaan olahraga. Dengan kondisi rumput yang baik, pembinaan pemain muda akan lebih maksimal dan prestasi sepak bola Malang bisa terus meningkat.

“Lapangan yang bagus bisa membantu perkembangan atlet. Kalau lapangan saja buruk, bagaimana mereka bisa berkembang optimal?” tambahnya.

Bustomi berharap Pemkot Malang tidak menunda lagi perbaikan dan menjadikan Stadion Gajayana sebagai prioritas. Ia menilai, stadion bersejarah ini layak disejajarkan dengan stadion-stadion modern di kota lain jika dilakukan perawatan berkelanjutan.

Selain untuk pembinaan, perbaikan stadion juga berdampak pada geliat sport tourism di Malang. Dengan fasilitas yang lebih baik, stadion berusia lebih dari satu abad ini bisa menarik lebih banyak event olahraga tingkat nasional hingga internasional.

“Kalau Gajayana dirawat dengan baik, Malang bisa jadi pusat event olahraga besar. Itu tidak hanya menguntungkan atlet, tapi juga masyarakat lewat dampak ekonomi,” ungkap Bustomi.

BACA JUGA:Tren Investasi Masyarakat Indonesia, dari Segi Usia, Sumber Dana, dan Strategi Menyisihkan Penghasilan

Desakan Bustomi menambah daftar panjang kritik terhadap kondisi Stadion Gajayana. Kini bola ada di tangan Pemerintah Kota Malang untuk segera menindaklanjuti. Publik berharap stadion yang sarat sejarah ini kembali berdiri tegak, bukan hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai rumah layak bagi olahraga prestasi di Malang.

Dengan perbaikan menyeluruh, Stadion Gajayana diharapkan bisa menjadi kebanggaan warga Malang sekaligus melahirkan generasi emas sepak bola di masa depan. (ab)

Sumber: