2 tahun Disway Malang

Kartu Kuning Jadi Bom Waktu Timnas Indonesia Jelang Laga FIFA ASEAN Cup 2026

Kartu Kuning Jadi Bom Waktu Timnas Indonesia Jelang Laga FIFA ASEAN Cup 2026

Kartu kuning Elkan Baggott dan Ragnar jadi perhatian Timnas Indonesia. Regulasi FIFA ASEAN Cup 2026 memunculkan pertanyaan soal akumulasi.-Ig zonasepakbola_id-Ig zonasepakbola_id

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Persoalan kartu kuning menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan Timnas Indonesia menjelang pertandingan berikutnya FIFA ASEAN Cup 2026. Dua pemain, Elkan Baggott dan Ragnar Oratmangoen, sama-sama mendapat dua kartu kuning selama fase grup, tetapi status akumulasi keduanya belum dapat dipastikan karena terdapat ketentuan khusus dalam regulasi turnamen.

Situasi tersebut membuat Indonesia perlu menunggu kepastian mengenai penerapan aturan kartu sebelum menyusun komposisi pemain untuk pertandingan berikutnya.

Indonesia sebelumnya telah menyelesaikan seluruh pertandingan fase grup Grup A. Garuda mengamankan tiket ke partai final setelah mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan.

Namun, persoalan disiplin pemain kini menjadi perhatian tersendiri. Absennya pemain akibat akumulasi kartu, apabila diberlakukan, tentu akan memengaruhi pilihan pemain yang tersedia.

Dua Pemain Masuk Perhatian

Elkan Baggott dan Ragnar Oratmangoen menjadi dua nama yang berada dalam situasi tersebut.

Elkan mendapatkan kartu kuning saat Indonesia menghadapi Malaysia dan kembali menerima peringatan ketika melawan Bangladesh.

Sementara Ragnar mendapat kartu kuning ketika menghadapi Singapura. Ia kemudian kembali menerima kartu pada pertandingan terakhir Grup A melawan Bangladesh.

Kedua pemain tersebut akhirnya sama-sama memiliki catatan dua kartu kuning dari pertandingan berbeda.

Secara umum, kondisi tersebut dapat mengarah pada hukuman akumulasi. Namun, regulasi FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki ketentuan mengenai penghapusan kartu yang membuat penghitungan menjadi lebih kompleks.

Ada Aturan Penghapusan Kartu

Pasal 9.2 menjadi salah satu dasar yang perlu diperhatikan. Regulasi menyebut kartu kuning tunggal akan dihapus setelah Matchday kedua babak penyisihan grup di setiap divisi.

Aturan ini penting karena kartu pertama Elkan dan Ragnar diterima sebelum pertandingan terakhir fase grup.

Jika ketentuan penghapusan tersebut diterapkan pada kasus mereka, kartu yang diterima sebelum Matchday kedua tidak lagi dibawa ke penghitungan berikutnya. Artinya, kartu yang diterima ketika menghadapi Bangladesh menjadi peringatan yang tersisa setelah fase penghapusan.

Namun, masih ada ketentuan lain yang perlu diperhatikan.

Pasal 9.3 Bisa Mengubah Perhitungan

Pasal 9.3 mengatur hukuman terhadap pemain atau ofisial yang menerima dua peringatan dalam dua pertandingan berbeda. Dalam kondisi tersebut, pemain atau ofisial dapat dikenai skorsing otomatis untuk pertandingan berikutnya.

Sumber: ig zonasepakbola_id

Berita Terkait