Malaysia Terlalu Dini Merayakan, 2 Gol Injury Time Bawa Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026
Malaysia terlalu dini merayakan kemenangan atas Singapura. Dua gol injury time Indonesia membuat Garuda menang 9-2 dan lolos ke final.-SS YOUTUBE -
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Malaysia sempat berada di ambang pesta. Kemenangan 6-0 atas Singapura membuat Harimau Malaya memiliki peluang besar mengamankan posisi teratas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, Malaysia terlalu dini merayakan.
Di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Timnas Indonesia justru menghadirkan drama luar biasa saat menghadapi Bangladesh, Kamis (1/10/2026). Garuda menang telak 9-2, tetapi dua gol terakhir menjadi bagian paling menentukan dalam perebutan tiket final.
Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin dan memiliki selisih gol plus sembilan. Pembeda akhirnya adalah produktivitas. Indonesia mencetak 11 gol, sedangkan Malaysia hanya sembilan gol. Dua gol tambahan Garuda di penghujung laga membuat perbedaan tersebut tercipta.
Tambahan Waktu Berubah dari 2 Menit Jadi 7 Menit
Drama dimulai ketika papan pertandingan menunjukkan tambahan waktu dua menit.
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman merasa durasi tersebut terlalu singkat mengingat banyaknya penghentian permainan pada babak kedua. Salah satu insiden yang menyita waktu adalah pemeriksaan VAR terkait kejadian yang melibatkan bek Indonesia Elkan Baggott.
Herdman kemudian mengaku meminta penjelasan kepada official keempat. Menurut penjelasannya setelah pertandingan, terjadi miskomunikasi mengenai tambahan waktu.
Wasit utama asal Tajikistan, Nasrullo Kabirov, disebut sejak awal menginstruksikan tambahan waktu tujuh menit. Namun, informasi yang sempat muncul di papan pertandingan hanya dua menit.
Perubahan tersebut kemudian menjadi sorotan, terutama di media sosial Malaysia, karena terjadi ketika persaingan Indonesia dan Malaysia sedang berada di titik paling krusial.
Dua Gol yang Mengubah Segalanya
Saat memasuki menit ke-90, Indonesia masih unggul 7-1. Namun Bangladesh mencetak gol keduanya pada menit ke-90+1 sehingga skor berubah menjadi 7-2.
Jika pertandingan berakhir tidak lama setelah itu, situasinya bisa berbeda.
Malaysia yang menang 6-0 atas Singapura memiliki selisih gol plus sembilan. Indonesia juga berada di plus sembilan, tetapi baru mengoleksi sembilan gol.
Dalam kondisi tersebut, Malaysia berpeluang berada di posisi pertama karena produktivitas gol Indonesia belum melampaui mereka.
Perubahan tambahan waktu menjadi tujuh menit membuka kesempatan bagi Garuda.
Para pemain Indonesia terus menyerang. Kevin Diks kemudian mencetak gol pada menit ke-90+6. Hanya semenit berselang, Mitchell Baker kembali mencatatkan namanya di papan skor.
Skor berubah menjadi 9-2.
Sumber:


