1 tahun disway

Veda Ega Pratama, Ukir Sejarah sebagai Pendobrak Dominasi Jepang di Jajaran Pembalap Asia

Veda Ega Pratama, Ukir Sejarah sebagai Pendobrak Dominasi Jepang di Jajaran Pembalap Asia

--

JAKARTA,DISWAYMALANG.ID - ​Dunia balap motor internasional dikejutkan oleh kemunculan talenta muda asal Gunungkidul, Yogyakarta, yakni Veda Ega Pratama. Namanya kini tercatat dengan tinta emas sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil menjuarai ajang bergengsi Asia Talent Cup (ATC) pada musim 2023. Kemenangan ini bukan sekadar raihan trofi biasa, melainkan simbol dominasi mutlak seorang pembalap tanah air di level Asia.

BACA JUGA:Mengenal Veda Ega Pratama: Pemotor Muda yang Kini Mengibarkan Nama Indonesia di Dunia

​Dominasi Tanpa Celah di Lintasan

​Sejak seri pembuka, Veda sudah menunjukkan taringnya. Mengendarai motor NSF250R, ia tampil konsisten dengan gaya balap yang agresif namun tetap tenang di bawah tekanan. Sepanjang musim 2023, Veda mencatatkan rekor yang sulit dipercaya: ia berhasil memenangkan 9 dari 12 balapan yang diselenggarakan.

​Puncak prestasinya dikunci saat seri Qatar di Sirkuit Lusail. Meski musim belum berakhir sepenuhnya kala itu, perolehan poin Veda sudah tidak mungkin terkejar oleh rival terdekatnya dari Jepang maupun Thailand. Keberhasilan ini mematahkan dominasi pembalap-pembalap asal Jepang yang selama bertahun-tahun merajai kompetisi yang digagas oleh Dorna Sports tersebut.

​Mentalitas Juara di Usia Muda

​Apa yang membuat Veda menonjol bukan hanya kecepatannya, melainkan kematangan strateginya. Dalam beberapa balapan, ia seringkali terlibat dalam group battle yang ketat hingga tikungan terakhir. Namun, kemampuannya dalam menjaga keausan ban dan menentukan momen slipstream yang tepat membuatnya hampir selalu finis di podium pertama.

​"Target saya adalah membawa nama Indonesia setinggi mungkin," ungkapnya dalam satu kesempatan wawancara. Disiplin tinggi yang ia jalani di Astra Honda Racing School (AHRS) terbukti membuahkan hasil nyata. Dukungan keluarga, terutama sang ayah yang juga mantan pembalap nasional, Sudarmono, menjadi fondasi kuat bagi mentalitas bertandingnya.

BACA JUGA:Finis 9 di Le Mans, Veda Ega Pratama Lolos Q2 Moto3 Prancis 2026, Hakim Danish Tampil Mengejutkan

​Jembatan Menuju Panggung Dunia

​Gelar juara ATC 2023 ini merupakan batu loncatan strategis. Sejarah mencatat bahwa alumni ATC banyak yang sukses menembus kelas utama MotoGP, seperti Jorge Martin atau Ai Ogura. Dengan prestasi ini, jalan Veda menuju Red Bull Rookies Cup dan kelas Moto3 dunia terbuka lebar.

​Kini, Veda Ega Pratama bukan lagi sekadar harapan, melainkan bukti nyata bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di Asia. Perjalanannya masih panjang, namun gelar juara ini telah meletakkan standar baru bagi generasi pembalap muda Indonesia berikutnya untuk berani bermimpi dan menaklukkan sirkuit-sirkuit dunia.

Sumber: