1 tahun disway

Indonesia Didorong jadi Episentrum Peradaban Islam

Indonesia Didorong jadi Episentrum Peradaban Islam

Menag Nasaruddin Umar saat memberi keterangan kepada wartawan usai penutupan Pertemuan Nasional Forum IK PTKIN di Jakarta, Jumat (24/4)--disway news network

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID--Kondisi global yang dinilai kondusif bagi lahirnya pemikiran dan peradaban baru, dinilai tepat untuk peluang Indonesia menjadi episentrum peradaban Islam. Ini karena, tawaran Islam Indonesia itu adalah Islam moderat yang dinilai akan bisa diterima semua pihak.

Hal tersebut disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Pertemuan Nasional Ketua Umum dan Sekretaris Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IK PTKIN), Jumat (24/4).

Menurut Nasaruddin Umar, tidak ada orang yang ragu dan tidak ada orang curiga kalau Islam itu berkembang di Indonesia. "Kenapa? Karena (Islam di Indonesia) tidak akan pernah menjadi ancaman kepada siapapun," sambungnya.

Menag juga menyebut, sekarang ini sangat menguntungkan dan sangat memungkinkan Indonesia menjadi episentrum peradaban dunia Islam masa akan datang dan itu. Posisi Indonesia sebagai negara non-blok serta stabilitas politik dan ekonomi yang kondusif,.menurut dja,  menjadi faktor pendukung kuat untuk mewujudkan visi tersebut.

Untuk itu, lanjut dia, yang diperlukan adalah terus melahirkan pemikir-pemikir besar yang mampu mendorong kemajuan peradaban Islam global. Menag pun menyebut, sinergi antara alumni PTKIN dan perguruan tinggi keagamaan di bawah Kementerian Agama menjadi kunci untuk mewujudkan hal itu.

Menag juga menyebutkan perlunya untuk meningkatkan pengembangan berbagai kegiatan budaya Islam dalam skala internasional. Seperti festival musik mistik dunia, seni tari Islam lintas negara, hingga penguatan sektor kuliner dan busana muslim.

“Kalau ini terwujud, nilai tawar Indonesia akan semakin tinggi sebagai pusat peradaban Islam modern yang moderat dan inklusif,” ujarnya.

Festival Dunia Baru Islam

Sementara itu, Ketua Umum IK PTKIN, Idrus Marham menyambut baik gagasan Menag untuk menjadikan Indonesia episentrum peradaban Islam. Dia juga mengatakan, IK PTKIN siap berperan aktif dalam memperkuat kontribusi umat Islam Indonesia, sekaligus mendorong lahirnya peradaban global yang damai dan berkemajuan.

Salah satu keputusan strategis dari pertemuan nasional IK PTKIN, yakni pembentukan wadah baru bernama Forum Komunikasi Nasional IK PTKIN se-Indonesia, menurut Idrus mendukung upaya tersebut.

“Forum ini sudah tersusun kepengurusannya dan akan segera melakukan berbagai macam kegiatan,” ujarnya.

Salah satu agenda utama yang disiapkan adalah penyelenggaraan kegiatan bertajuk Festival Dunia Baru Islam pada momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Kegiatan ini akan mengangkat tema besar tentang transformasi peradaban dunia Islam serta respons Islam Indonesia terhadap tantangan zaman.

Menurut Idrus, festival tersebut akan menghadirkan tokoh-tokoh Islam dari berbagai negara, termasuk perwakilan diplomatik negara-negara Islam di Indonesia. 

Selain itu, akan digelar seminar nasional yang diharapkan mampu melahirkan gagasan konstruktif dalam menjawab persoalan keumatan dan kebangsaan.

“Yang paling penting juga nanti kita akan membicarakan bagaimana peran umat Islam dalam mengonsolidasikan kekuatan keumatan dan kebangsaan untuk persatuan dan kemajuan Indonesia ke depan,” jelasnya.

Sumber: disway news network