Mahasiswa TI Vokasi UB Terpilih Jadi Google Student Ambassador 2026
Mahasiswa Fakultas Vokasi UB, terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026.--vokasi.ub.ac.id
MALANG, DISWAYMALANG.ID—Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Universitas Brawijaya (UB). Sabilah Mudrikah, mahasiswa semester 4 Program Studi D3 Teknologi Informasi Fakultas Vokasi UB, terpilih sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026.
Dikutip dari laman resmi Fakultas Vokasi UB, Kamis (30/4/2026), Sabilah menjadi bagian dari 2.000 mahasiswa terpilih setelah bersaing dengan lebih dari 81 ribu pendaftar dari seluruh Indonesia dalam program Google yang bekerja sama dengan Dicoding.
Program Google Student Ambassador (GSA) merupakan inisiatif global Google yang bekerja sama dengan Dicoding untuk mencetak katalisator teknologi di lingkungan universitas.
Tahun ini, para duta terpilih bertugas menjadi representatif Google dalam mendorong pemanfaatan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI), khususnya Gemini AI, guna meningkatkan produktivitas akademik dan kreativitas mahasiswa.
BACA JUGA:UNISMA Gandeng SEAMEO VOCTECH, Pacu Transformasi Global Berbasis AI dan Pendidikan Vokasi
Sabilah mengatakan keberhasilannya tidak lepas dari dukungan keluarga yang selalu mendorongnya untuk berani mencoba hal baru.
“Orang tua saya selalu memberikan dukungan penuh. Mereka menanamkan mindset bahwa kegagalan bukanlah akhir; cukup coba dulu, kalau gagal ya coba lagi. Pesan itulah yang membuat saya tidak takut untuk melangkah keluar dari zona nyaman,” ujarnya.
Proses seleksi berlangsung sejak Februari hingga April 2026, mulai dari tahap administrasi, video wawancara, self-aspiration, hingga tantangan penggunaan Gemini AI dan media sosial. Setelah melalui evaluasi, Sabilah dinyatakan lolos pada 1 April 2026.
BACA JUGA:Departemen Fisika UB Gelar Kuliah Tamu, Soroti Tantangan Inovasi Teknologi di Pasar
Selain aktif sebagai mahasiswa, ia juga terlibat di PSIK Vokasi UB, mentor UI/UX di Provoks, serta beberapa proyek kampus seperti ICASVE UB dan Smartpol UB.
Melalui program tersebut, Sabilah ingin meningkatkan literasi penggunaan AI secara etis di kalangan mahasiswa.
“Saya ingin mengedukasi teman-teman bahwa AI bukanlah cara untuk curang, melainkan alat kolaborasi. Di jurusan Teknologi Informasi, AI sangat membantu dalam memahami struktur koding, memperbaiki bug (error), hingga melakukan riset materi kuliah secara mendalam. Saya ingin mahasiswa Vokasi mahir memanfaatkan Gemini AI secara etis dan cerdas,” tegasnya.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Vokasi UB untuk terus berinovasi dan siap menghadapi perkembangan teknologi digital.
Sumber: vokasi.ub.ac.id




