Dari Hidroponik hingga Pasar Modern, CooSAE Kota Batu Siap Adopsi Model Jateng
Ketua CooSAE Kota Batu, Rakhmad Hardiyanto (kiri) saat mengikuti Studi praktik baik ke sentra hortikultura di Jawa Tengah-Istimewa -
BACA JUGA: Gemilang RA 2026 di Kota Batu, 24 Lembaga Unjuk Kreativitas Guru dan Anak
"Artinya mereka menjangkau di angka 1 jam 2 jam. Ada packing house-nya tersentral melon semangka semangka, packing house antara buah dan sayur memang beda ditempatkannya, mereka memiliki mobil pendingin semuanya," katanya.
Dari hasil studi tersebut, CooSAE langsung menyiapkan langkah konkret sebagai permodelan awal. Dalam waktu dekat, mereka akan mengirimkan satu ton kentang dan 300 kilogram alpukat khas Batu sebagai tahap awal replikasi model bisnis tersebut.
"Makanya besok itu kita mau ngirim satu ton kentang lagi, alpukat khas dapatnya 300 kilo masih gak apa-apa tapi selangkah demi selangkah. Nanti harapannya untuk menjadi permodelan di CooSAE sendiri untuk bisa direplika oleh anggota-anggota," pungkas Rakhmad.
BACA JUGA: Pemkot Batu Dorong Hotel dan Restoran Serap Produk Lokal, Petani dan UMKM Jadi Prioritas
Diketahui, CooSAE merupakan koperasi multipihak yang dibentuk untuk memperkuat ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir melalui kolaborasi petani, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan teknologi.
Melalui pendekatan tersebut, CooSAE didorong menjadi penggerak pertanian modern yang mampu meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, serta memperkuat ketahanan sektor pertanian di Kota Batu.
Sumber:


