Optimisme Pedagang Pasar Wisata Songgoriti Melawan Sepi
Rubiati saat melayani pembeli di Pasar Wisata Songgoriti-Sholeh -Diswaymalang.id
BATU, DISWAYMALANG.ID--Rubiati nampak cekatan melayani pembeli yang datang ke Pasar Wisata Songgoriti. Sambil sesekali ia berteriak menawarkan dagangannya kepada pengunjung lain.
Perempuan 60 tahun itu merupakan salah satu pedagang yang masih bertahan di Pasar Songgoriti. Dimana pasar itu sekarang sepi pengunjung maupun pembeli.
Total ada sekitar 150 kios di Pasar Wisata Songgoriti. Mereka berjualan beragam oleh-oleh bagi para wisatawan. Mulai dari, sayuran, buah, baju, kerajinan hingga bunga.

Pedagang buah di Pasar Wisata Songgoriti di bedaknya. -m.sholeh-diswaymalang.id
Menurut Rubiati dari ratusan pedagang tersebut, saat ini hanya tersisa 13 pedagang yang aktif.
"Sekarang kami berjualan hanya di akhir pekan atau hari libur. Sebenernya saya ingin tetap berjualan di hari biasa. Tapi yang lain tutup semua," katanya kepada Diswaymalang.id, Minggu (24/5).
Di Pasar Songgoriti Rubiati berjualan buah dan sayur. ia telah berjualan kurang lebih 25 tahun di Pasar Wisata Songgoriti. Menurutnya, semakin hari pasar wisata tersebut semakin sepi. Puncaknya pada saat pandemi Covid 19 melanda. keadaan tersebut bahkan bertahan hingga sekarang.
"Meskipun demikian kami tetap optimis, tetap berdagang. karena rejeki sudah ada yang mengatur," urai pedagang asal Desa Sidomulyo Kecamatan Batu itu.
Pasar Wisata Songgoriti buka mulai pukul 05.00 WIB pagi hingga sore hari sekitar pukul 17.00 WIB. Lokasinya ada di dekat kawasan Kolam Renang Tirta Nirwana dan Candi Songgoriti. Pasar ini termasuk aset yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Malang.
Tidak hanya pengunjung yang mulai sepi, kerusakan juga sudah banyak ditemukan di pasar wisata tersebut. Terutama atap dari seng yang bolong karena berkarat dimakan usia dan bocor saat musim hujan.

Pasar Wisata Songgoriti yang dilanda sepi pembeli. Tinggal 13 pedagang yang aktif. -m.sholeh-diswaymalang.id
"Kami menyadari menang kondisi pasar sudah banyak yang rusak. Sehingga mungkin banyak wisatawan mengira kami tidak jualan," tambah Rubiati.
Optimisme juga diungkapkan oleh Julaikah Pedagang Buah di Pasar Songgoriti. Ia bersama pedagang lain akan tetap berjualan di Pasar Songgoriti. meskipun semakin hari semakin sepi.
"Sekarang pengunjung hanya sekitar 100 orang sehari. itupun hanya di hari libur. Kami sangat tergantung pada wisatawan. Terutama rombongan wisatawan yang menggunakan bus," urainya.
Sumber:




