1 tahun disway

Filosofi 'Mung Tulung' dan Integritas: Kunci Sukses Dea Bakery Menebar Manfaat

Filosofi 'Mung Tulung' dan Integritas: Kunci Sukses Dea Bakery Menebar Manfaat

Mulyani Hadiwijaya, founder Dea Bakery, saat talk show di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Minggu (12/4/2026), sebagai rangkaian acara Kartini Power Run 2026. -vaura/diswaymalang.id--

BATU, DISWAYMALANG.ID–Salah satu pembicara dalam talkshow di acara Kartini Power Run 2026, Minggu (12/4/2026), Mulyani Hadiwijaya, bercerita tentang jatuh bangun usaha Dea Bakery yang dibangunya. Di tengah ketatnya persaingan industri kuliner, Dea Bakery muncul dengan pendekatan yang berbeda. Bukan sekadar mengejar profitabilitas,

Dea Bakery ini mengukuhkan eksistensinya melalui filosofi hidup yang kuat, integritas, dan semangat pemberdayaan sosial yang berkelanjutan.

​Bagi manajemen Dea Bakery, kejujuran dan nama baik merupakan fondasi yang tidak bisa ditawar. Prinsip ini dipegang teguh sebagai aset terbesar dalam menjalankan roda bisnis.

BACA JUGA:Kartini Power Run 2026 Menjadi Fun Run Pertama di Kota Batu dengan Peserta Seluruhnya Perempuan

Selain itu, kesehatan fisik dan mental para pelakunya, khususnya kaum perempuan, dipandang sebagai modal utama dalam mendukung produktivitas dan semangat kerja.

​"Kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana saja. Dengan menjaga nama baik, dunia usaha akan terasa lebih luas dan penuh peluang," ungkap founder (pendiri) Dea Bakrey, Mulyani Hadiwijaya, saat talk show di Graha Pancasila, Gedung Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani Kota Batu kemarin.

​Keberhasilan ekspansi Dea Bakery tak lepas dari kedisiplinan finansial yang ketat. Perusahaan menerapkan prinsip hidup di bawah garis kemampuan dengan memprioritaskan kebutuhan (need) di atas keinginan (want).

Efisiensi yang dihasilkan kemudian dialokasikan kembali untuk investasi aset, seperti pembukaan outlet-outlet baru guna memastikan bisnis terus bertumbuh secara organik.

​Semangat belajar tanpa henti juga menjadi pilar penting. Menyadari tantangan zaman, pengembangan kapasitas diri dilakukan secara konsisten agar tim mampu memberikan solusi cerdas atas setiap dinamika bisnis yang muncul.

BACA JUGA:Sesi Talk Show Kartini Power Run 2026 Bahas Peran Perempuan dari Banyak Sisi, Narsum Keren Semua, Peserta Puas


Mulyani Hadiwijaya, founder Dea Bakery, saat talk show di Balai Kota Among Tani Kota Batu, Minggu (12/4/2026), sebagai rangkaian acara Kartini Power Run 2026. -vaura/diswaymalang.id--

​Dea Bakery mengusung misi besar untuk menjadi perusahaan roti terbaik yang menghadirkan produk halal dan thoyyib di Indonesia. Komitmen ini tidak hanya berhenti pada produk, tetapi juga merambah kesejahteraan spiritual dan sosial para karyawannya melalui filosofi 3M (Mitra Agama, Mitra Kerja, dan Mitra Bisnis).

BACA JUGA:Cuaca Malang Raya 13 April, 31 Kecamatan Cerah, 3 Hujan Ringan, Jatim Masih Level Waspada Hujan Sedang-Lebat

​Beberapa program unggulan yang dijalankan meliputi:

  • ​Reward Umrah: Apresiasi bagi karyawan dengan masa kerja 5 tahun dan hafal Juz Amma.
  • ​Pengembangan SDM: Implementasi Al-Qur'an Camp dan pelatihan kepemimpinan secara rutin.
  • ​Aksi Sosial: Program “Saudara Asuh” di mana karyawan diajak berbagi beras dan santunan kepada masyarakat sekitar setiap bulan.
  • ​Spirit 'Mung Tulung': Menolong dalam Diam

​Menutup nilai-nilai luhurnya, Dea Bakery membawa semangat "Mung Tulung" yang terdiri dari tiga pilar:

  1. Meneng-meneng Tulung (menolong secara diam-diam),
  2. Ganteng-ganteng Tulung (berpenampilan baik untuk menolong), dan
  3. Seneng-seneng Tulung (bersuka cita dalam menolong).

BACA JUGA:'Thrash' Jadi Film Nomor 1 di Netflix Indonesia, Angkat Teror Badai dan Serangan Hiu

Pada era yang penuh dengan pamer kemewahan, Dea Bakery memilih jalan untuk menjadi "pahlawan" bagi sesama melalui aksi nyata. Dengan visi menjadi yang terbaik—bukan sekadar yang terbesar—Dea Bakery membuktikan bahwa bisnis yang berkah adalah bisnis yang mampu menginspirasi dan memberikan ketenangan hati bagi konsumen serta lingkungannya.

Sumber: