1 tahun disway

Target 2026, Pemkot Batu Tuntaskan Pemerataan Dokter di Seluruh Desa

Target 2026, Pemkot Batu Tuntaskan Pemerataan Dokter di Seluruh Desa

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto-panca rp-

BATU, DISWAYMALANG.ID–Pemerintah Kota Batu terus mempercepat pemerataan akses kesehatan hingga ke tingkat akar rumput. Hingga akhir Maret 2026, sebanyak 18 desa di Kota Batu tercatat telah memiliki layanan dokter mandiri, sementara enam desa sisanya ditargetkan tuntas terlayani pada tahun ini.

​Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada lagi ketimpangan akses medis antarwilayah di Kota Wisata ini. Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan bahwa penguatan tenaga medis di level desa adalah prioritas utama pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

BACA JUGA:Kunjungan Wisata Kota Batu Tembus hampir 160 Ribu Orang, Sektor Wisata Jadi Magnet Utama

​“Kami berkomitmen penuh pada pemerataan. Saat ini 18 desa sudah terlayani dokter, dan enam desa lainnya menjadi target utama kami sepanjang tahun 2026 agar akses kesehatan benar-benar menyentuh seluruh lapisan warga,” ujar Heli Suyanto, Senin (30/3).

​Selain pemenuhan kuota dokter desa, Pemkot Batu juga menyiapkan dua skema besar untuk memperkuat layanan kesehatan dasar:

BACA JUGA:Cuaca Malang Raya 30 Maret: 27 Kecamatan Berawan, 10 Hujan Ringan, Ini Wilayah Jatim yang Rawan Cuaca Ekstrem

  • ​Ekspansi Layanan Gigi: Penambahan fasilitas poli gigi akan dilakukan secara serentak di seluruh Puskesmas se-Kota Batu. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan perawatan kesehatan gigi dan mulut yang berkualitas.
  • ​Integrasi Home Care ke Polindes: Program home care yang sebelumnya berpusat di Puskesmas akan diperluas jangkauannya hingga ke tingkat Pondok Bersalin Desa (Polindes).

BACA JUGA:Lineup Rasvara Fest 2026 Kian Lengkap, Eastcape dan Lomba Sihir Resmi Bergabung

Heli menjelaskan, perluasan layanan home care ini secara khusus menyasar kelompok masyarakat rentan, terutama lansia dan penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan mobilitas untuk datang ke fasilitas kesehatan.

​“Fokus kami adalah jemput bola. Kami ingin memastikan tenaga medis hadir langsung di rumah warga yang membutuhkan melalui koordinasi di tingkat Polindes. Lansia dan penyandang disabilitas tidak boleh kesulitan mendapatkan hak kesehatan mereka,” tegasnya.

BACA JUGA:Disney Disebut Susun Jadwal hingga 2029, 'Avatar 4' Masuk Rencana Jangka Panjang

​Dengan penguatan sistem layanan berbasis wilayah ini, Pemkot Batu optimistis target pembangunan kesehatan tahun 2026 dapat tercapai tepat waktu. "Kesehatan adalah pondasi pelayanan publik kami. Kami ingin menjamin setiap warga, tanpa terkecuali, mendapatkan layanan medis yang layak dan merata," Kata Heli mengakhiri.

Sumber: