Satupena Jawa Timur Peduli Bencana di NalaFEST
Drs. Akaha Taufan Aminudin, Koordinator Komunitas Puisi Esai Jawa Timur--
BATU, DISWAYMALANG.ID--Di penghujung tahun 2025, Kota Batu Persatuan Penulis Indonesia (SATUPENA) Jawa Timur dan Komunitas Puisi Esai Jawa Timur menghimpun dana bencana Sumatera dipadu pembacaan puisi dalam NalaFEST 2025.
Para penulis dan pembaca puisi berkumpul dan mengekspresikan karyanya terkait bencana yang terjadi di Aceh dan Sumatera. Mereka mengetuk pintu empati pengunjung NalaFEST untuk membantu korban bencana.
"Melalui puisi kami menyuarakan dan mengetuk hati agar kita peduli sesama. Duka mereka duka kita yang harus menjadi kebangkitan," kata Akaha Taufan Aminudin, koordinator Komunitas Puisi Esai Jawa Timur dan Ketua Satupena Jawa Timur, saat ditemui, Jumat (2/1/2026)
Menurutnya, sembari ada baca puisi, para pengunjung NalaFEST 2025 banyak yang peduli dengan menyumbang.
Selain membacakan puisi, empat orang mendapatkan penghargaan dari Danlanal Malang Kolonel Laut (P) Agus Haryanto.

Para penerima penghargaan dari Danlanal Malang-panca rp-
Penerima Piagam dari Unsur Literasi dan Budaya:
- Akaha Taufan Aminudin koordinator Komunitas Puisi Esai Jawa Timur/ketua Satupena Jawa timur,
- Yani Andoko, komunitas Puisi Esai Jawa Timur/sekretaris Satupena Jawa Timur,
- Ki Syamsu Soeid (Pelestari Seni Tradisional Mocopat, Komunitas Puisi Esai Jawa Timur, Humas Satupena Jawa Timur),
- Ki Sutopo (Pelestari Seni Tradisional Mocopat, Biro Sastra Mocopat Satupena Jawa timur).
BACA JUGA:Pelunasan Bipih Haji 2026 Tahap II Dibuka 2–9 Januari, Ini Kategori Jamaah yang Berhak
Danlanal Malang Kolonel Laut (P) Agus Haryanto, menegaskan adanya hubungan strategis antara militer dan masyarakat sipil, khususnya komunitas penulis. Ini adalah simbol bahwa kedaulatan bangsa juga harus dijaga melalui ketahanan budaya dan literasi.
Sementara itu Ki Sutopo, pegiat Mocopat Kota Batu mengatakan, Satupena hadir untuk memastikan bahwa setiap peristiwa penting di negeri ini, baik suka maupun duka, memiliki catatan tertulis yang bermartabat. Di NalaFEST, kami menulis untuk kemanusiaan.
Sumber:
