Waduh! Korban Keracunan MBG Bukan Hanya Anak Sekolah, Ada Guru, Balita, dan Ibu Hamil
Ilustrasi menu Makan Bergiti Gratis (MBG)--disway news network
Waduh! JPPI Sebut Korban Keracunan MBG Bukan Hanya Anak Sekolah, Ada Guru hingga Ibu Hamil
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Kasus keracunan massal yang diduga akibat menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan tajam. Data terbaru dari lapangan menunjukkan bahwa korban keracunan tidak terbatas pada siswa sekolah. Tetapi juga telah merambah ke kategori penerima manfaat yang lebih rentan, termasuk guru, balita, bahkan ibu hamil.
​Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) melaporkan bahwa hingga pertengahan Oktober 2025, eskalasi kasus keracunan MBG semakin meluas dan tidak terkendali, baik dari sisi geografis maupun kelompok korban.
“JPPI menilai, Badan Gizi Nasional (BGN) gagal menjalankan prinsip dasar tata kelola: transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik. Anggaran ratusan triliun digelontorkan tanpa payung hukum yang jelas, sementara ribuan anak jadi korban percobaan kebijakan yang belum matang,” papar Ubaid, dalam keterangan tertulis yang diterima Disway.id, Senin 13 Oktober 2025.
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) bersama para relawan terus melakukan pemantauan dan menerima laporan dari berbagai daerah terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dalam periode 6–12 Oktober 2025, tercatat 1.084 korban baru keracunan MBG. Dengan penambahan ini, total korban sejak awal tahun mencapai 11.566 anak.
“Setiap pekan ribuan anak tumbang karena MBG, tapi negara justru membiarkan dapur-dapur tetap beroperasi. Ini bukan sekadar kelalaian, ini adalah krisis tanggung jawab publik,” tegas Ubaid Matraji, Koordinator Nasional JPPI.
Provinsi dengan korban terbanyak pekan ini:
1. Nusa Tenggara Timur: 384 korban (Timor Tengah Selatan)
2. Jawa Tengah: 347 korban (Karanganyar, Klaten, Salatiga)
3. Kalimantan Selatan: 130 korban (Kab. Banjar)
Jika dihitung sejak Januari hingga 12 Oktober 2025, lima provinsi dengan korban keracunan MBG tertinggi adalah:
1. Jawa Barat: 4.125 korban
2. Jawa Tengah: 1.666 korban
3. DIY: 1.053 korban
4. Jawa Timur: 950 korban
5. Nusa Tenggara Timur: 800 korban
Sumber: disway news network
