HUT ke-80 Arhanud TNI AD di Batu, Mayjen R Edi Setiawan Tekankan Modernisasi Korps
Danpussenarhanud menyerahkan cinderamata kepada Marsma TNI (Purn) R. Agung Sasongkojati sebagai narasumber Sarasehan -Sholeh/Diswaymalang -
Dari masa ke masa, Arhanud terus berupaya menyesuaikan diri dengan perkembangan lingkungan strategis, perubahan karakter ancaman, serta kemajuan teknologi pertahanan udara.
Oleh karena itu, peringatan HUT ke-80 Arhanud TNI AD hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial untuk mengenang perjalanan panjang organisasi. Lebih dari itu, peringatan ini harus menjadi sarana introspeksi dan evaluasi terhadap apa yang telah dicapai dan apa yang masih perlu dibenahi.
"Serta apa yang harus kita persiapkan demi mewujudkan Korps Arhanud yang semakin profesional, modern, adaptif, dan tangguh dalam menghadapi tantangan tugas ke depan," tegasnya.
BACA JUGA:Tiket KA Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan, Cek Jadwal Baru GAPEKA
Mayjen Edi menambahkan, pihaknya patut bersyukur dan bangga atas berbagai pencapaian yang telah diraih Korps Arhanud. Namun, kebanggaan tersebut tidak boleh membuat seluruh prajurit berpuas diri.
Semakin panjang perjalanan pengabdian suatu korps, semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul untuk menjaga kehormatan dan meneruskan perjuangan para pendahulu.
Ia juga menekankan arti penting sarasehan sebagai ruang dialog antara generasi terdahulu dengan generasi penerus. Para sesepuh dan purnawirawan disebut sebagai sumber pengalaman, keteladanan, dan nilai-nilai kejuangan yang sangat berharga.
"Pengalaman tersebut merupakan pelajaran penting yang perlu diwariskan kepada generasi penerus agar setiap langkah pengembangan organisasi tetap berpijak pada sejarah, tradisi, dan nilai-nilai luhur keprajuritan. Di sisi lain, generasi penerus harus memiliki keberanian untuk berpikir maju, terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi," ujarnya.
BACA JUGA:Kemenekraf: Consumer Insight Jadi Kunci Ekonomi Kreatif di Era AI
Dalam forum tersebut, Danpussenarhanud mengajak seluruh peserta untuk menyampaikan pandangan secara terbuka, kritis, objektif, dan konstruktif. Perbedaan pengalaman dan sudut pandang diharapkan menjadi kekayaan pemikiran yang memperluas wawasan.
"Saya juga berharap agar setiap pembahasan tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan dapat menghasilkan pemikiran, rekomendasi, dan langkah-langkah konkret yang relevan dengan kebutuhan organisasi," katanya.
Dengan demikian, hasil sarasehan diharapkan benar-benar memberikan nilai tambah bagi pembinaan personel, pengembangan doktrin, peningkatan kemampuan satuan, serta kesiapan operasional Arhanud TNI AD.
Ia berharap hasil sarasehan ini dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan yang berharga bagi pimpinan dalam menentukan arah kebijakan pembinaan Korps Arhanud ke depan.
"Saya juga berharap agar kegiatan ini semakin mempererat persaudaraan, memperkuat rasa memiliki terhadap korps, serta menumbuhkan tekad bersama untuk terus menjaga kehormatan dan meningkatkan pengabdian," pungkasnya.
Sumber:









