Peserta Bincang Bisnis dengan Dahlan Iskan Membludak, Wujud Pengusaha Malang Antusias Berkolaborasi
Suasana Bincang Bisnis dalam rangka HUT ke 2 Disway Malang bertempat di Gedung Arjuno, Bakorwil III Malang, Kamis 10/09-Agsant-diswaymalang.id
KLOJEN, DISWAYMALANG.ID—Tingginya minat pelaku usaha mengikuti forum bisnis di Kota Malang terlihat dari jumlah peserta yang melampaui perkiraan panitia. Sekitar ratusan peserta hadir hingga kursi yang disediakan di Kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang tidak mencukupi, Kamis (10/9/2026).
Direktur Utama Disway Malang Agung Pamujo mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan besarnya antusiasme pengusaha di Malang Raya untuk bertemu dan membicarakan peluang bisnis.
“Pesertanya membludak. Tadi tidak menyangka pesertanya sebanyak ini, sehingga kursinya tidak cukup. Ini menunjukkan bagaimana pengusaha di Malang sangat antusias untuk berbincang-bincang tentang bisnis,” ujar Agung.
BACA JUGA:PHRI Dorong Malang Raya Jadi Kawasan Wisata Terpadu, Ini 8 Strateginya
Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk membangun jejaring sekaligus membuka peluang kerja sama lintas sektor.
Agung menyampaikan apresiasi kepada Bakorwil III Malang yang telah memfasilitasi tempat kegiatan. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Kota Batu, dan Pemerintah Kabupaten Malang.

Dahlan Iskan saat Bincang Bisnis dengan pengusaha di Malang dalam acara yang diselenggarakan Disway Malang,
Pembaca Disway Malang Banyak dari Jakarta
Dalam kesempatan tersebut, Agung juga mengungkapkan perkembangan jangkauan pembaca Disway Malang yang tidak hanya berasal dari Malang Raya.
Berdasarkan analitik media yang dipimpinnya, Jakarta justru menjadi salah satu wilayah dengan jumlah pembaca yang besar. Kondisi tersebut menurutnya membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan bisnis mereka ke pasar di luar Malang.
“Pembaca kami dari analitik bahkan Kota Malang itu bukan di sepuluh besar. Pembaca pertama kami banyak dari Jakarta,” ungkap Agung.
Menurut Agung, jangkauan tersebut mulai dimanfaatkan sejumlah pelaku usaha, termasuk sektor perhotelan, untuk memperluas pasar. “Hotel-hotel sekarang banyak bekerja sama publikasi dengan kami karena mereka mencari pasar di Jakarta dan sekitarnya,” jelasnya.
Ia mengatakan pembaca Disway Malang juga tercatat berasal dari sejumlah negara, di antaranya Norwegia dan Uruguay. Sebagian di antaranya diduga merupakan diaspora Indonesia yang ingin mengikuti perkembangan Malang Raya.
BACA JUGA:Wali Kota Batu Apresiasi 2 Tahun Disway Malang, Dorong Media Makin Edukatif dan Kolaboratif
Dorong Potensi Lokal Tembus Pasar Lebih Luas
Agung menegaskan Disway Malang tidak hanya ingin memberitakan persoalan daerah. Tetapi juga mengangkat potensi dan prestasi masyarakat Malang Raya agar dikenal lebih luas. Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui rubrik “Mbois Ilakes”, yang mengangkat masyarakat, karya, prestasi, serta berbagai potensi positif dari Malang Raya.
Sumber:


