Respon Cepat Keluhan Petani, Wamentan Sudaryono Instruksikan PPL Validasi Data RDKK
Wamentan RI Sudaryono, saat berada di Tajinan Kab. Malang--
TAJINAN, DISWAYMALANG.ID--Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia, Sudaryono, memberikan instruksi tegas kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk segera melakukan pemutakhiran data penerima pupuk bersubsidi.
Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas keluhan petani terkait sulitnya mengakses jatah pupuk yang menjadi hak mereka.
BACA JUGA:DPRD Jatim Dorong Wisata Desa Kota Batu agar UMKM dan Ekonomi Lokal Makin Tumbuh
Instruksi tersebut disampaikan Sudaryono saat melakukan kunjungan kerja dan bersilaturahmi dengan para petani yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur, bertempat di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, pada Jumat (17/7/2026).
Menyerap Aspirasi di Akar Rumput
Dalam kunjungan yang berlangsung hangat tersebut, pria kelahiran Grobogan itu menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan para petani. Ia membuka ruang seluas-luasnya bagi perwakilan petani dari berbagai daerah, termasuk dari Pasuruan, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang, untuk menyampaikan kendala yang mereka hadapi di lapangan.
BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Malang Raya Sabtu (18/7): Cerah Berawan Nyaris Sepanjang Hari, Mbediding Saat Malam
Salah satu isu krusial yang mendominasi diskusi adalah kendala dalam distribusi dan aksesibilitas pupuk subsidi. Banyak petani yang merasa kesulitan mendapatkan pupuk, meskipun mereka sangat membutuhkannya untuk menunjang produktivitas lahan.
Salah satunya adalah Sanuki, warga Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Di hadapan Wamentan, pria paruh baya itu mengeluh tidak pernah mendapatkan pupuk bersubsidi selama bertahun-tahun menjadi petani.
"Di desa, saya nggak pernah mendapatkan pupuk bersubsidi, dari kelompok tani juga nggak diberi," keluh Sanuki di hadapan Sudaryono.
Percepatan Integrasi Data RDKK
Menanggapi keluhan tersebut, Sudaryono menegaskan bahwa kendala teknis dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) harus segera diurai. Ia menginstruksikan jajaran penyuluh di tingkat lapangan untuk proaktif melakukan pendataan.
BACA JUGA:Prabowo Bersama TNI Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Sempat Sapa dan Salami Petani
"Saya meminta kepada seluruh PPL untuk segera bekerja cepat. Lakukan validasi dan pastikan petani yang memang memenuhi syarat dan berhak menerima pupuk bersubsidi segera dimasukkan ke dalam sistem RDKK," tegas Sudaryono.
Wamentan menekankan bahwa data yang akurat dan tepat sasaran adalah kunci utama dalam penyaluran pupuk bersubsidi agar tidak terjadi penyelewengan maupun distribusi yang salah sasaran.
Komitmen Pemerintah untuk Petani
Kehadiran Wamentan di Tajinan ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam mendengarkan aspirasi petani secara langsung. Sudaryono berkomitmen untuk terus memangkas birokrasi yang menghambat kesejahteraan petani.
Sumber: dirangkum dari berbagai sumber

