Sering Picu Kecelakaan Lalu Lintas, Berikut Tips Aman Cegah Microsleep saat Mudik atau Liburan
KURANG TIDUR bisa memicu kantuk saat berkendara. Ini bahaya untuk pengemudi. --freepik--
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Microsleep dalam perjalanan jarak jauh sering memicu akibat fatal seperti pelanggaran rambu lalu lintas, bahkan kecelakaan. Pada musim mudik dan bepergian saat Lebaran seperti sekarang ini, microsleep pun menjadi bahasan penting.
Microsleep adalah episode tidur singkat tanpa disadari, berlangsung selama sepersekian detik hingga 30 detik, akibat kelelahan ekstrem atau kurang tidur. Kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat berkendara. Sebab, otak berhenti merespons informasi, menyebabkan kehilangan kendali kendaraan dan berisiko kecelakaan fatal.
BACA JUGA:Sejarah Salat Idulfitri Perdana di Masjid Negara IKN, Jadi Momen Kebersamaan Muslim di IKN
Kementerian Kesehatan menuliskan pada laman resminya bahwa microsleep terjadi akibat kelelahan berlebih. Yang membuat otak “beristirahat” sejenak meski tubuh masih beraktivitas.
Gejala yang sering muncul antara lain mata terasa berat, kedipan melambat, kepala mengangguk, hingga hilangnya fokus saat berkendara.
Meski hanya berlangsung singkat, kondisi ini sangat berbahaya. Dalam beberapa detik saja, pengemudi bisa kehilangan kendali kendaraan dan memicu kecelakaan fatal.
Pentingnya Persiapan sebelum Berkendara
Salah satu cara paling efektif untuk mencegah microsleep adalah memastikan tubuh dalam kondisi prima sebelum perjalanan. Pengemudi disarankan tidur cukup selama 6–8 jam agar tetap fokus.
Selain itu, penting untuk tidak memaksakan diri berkendara saat merasa lelah atau mengantuk. Jika kondisi tubuh tidak memungkinkan, sebaiknya tunda perjalanan atau bergantian dengan pengemudi lain.
Karena itu, ajakan liburan mendadak, apalagi jika harus menempuh perjalanan yang jauh, sebaiknya dipertimbangkan ulang. Tidak perlu merasa sungkan, karena keselamatan lebih utama.
BACA JUGA:Kumpul Keluarga dan Silaturahmi Makin Seru dengan Playlist Lagu Lebaran 2026
Jika kondisi memungkinkan, ambil jeda di rest area, SPBU, atau tempat aman lainnya dapat mengurangi risiko kantuk berlebih. Manfaatkan jeda untuk tidur sebentar.
Hindari Pemicu Kantuk dan Kenali Tanda-Tanda Microsleep
Beberapa faktor juga dapat memperparah risiko microsleep. Di antaranya adalah mengonsumsi obat yang menyebabkan kantuk, alkohol, atau kurangnya asupan cairan.
Pengemudi disarankan menghindari zat-zat tersebut sebelum dan selama perjalanan. Selain itu, pengemudi juga harus bisa menjaga suasana kendaraan tetap nyaman.
Sumber: harian disway









