1 tahun disway

Libur Lebaran, Disdikbud Kota Malang Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak

Libur Lebaran, Disdikbud Kota Malang Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak

Kepala Disdikbud Kota Malang--

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID–Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak selama masa libur sekolah Idulfitri 1447 Hijriah.

Imbauan ini disampaikan Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, menyusul dimulainya libur panjang siswa SD dan SMP yang berlangsung pada 16 hingga 30 Maret 2026.

BACA JUGA:IDULFITRI: Makna Personal dan Sosial

Menurutnya, meski libur menjadi momen yang dinanti siswa, pengawasan keluarga tetap menjadi kunci agar anak tidak terlibat dalam aktivitas berisiko di luar lingkungan sekolah.

“Anak-anak boleh merayakan Idulfitri dan bergembira, tetapi orang tua harus benar-benar mengawasi. Karena saat liburan, tanggung jawab utama ada di keluarga,” ujar Suwarjana, Jumat (20/3).

Ia menegaskan, selama masa libur, pengawasan siswa tidak lagi berada dalam kontrol langsung sekolah. Karena itu, peran orang tua dan lingkungan sekitar menjadi penting dalam menjaga keamanan serta perkembangan anak.

“Bukan berarti sekolah lepas tangan, tetapi pengawasan utama memang berada di rumah. Perlu ada kerja sama antara orang tua dan masyarakat,” katanya.

BACA JUGA:Hari Raya Idul Fitri 1447 H Telah Tiba, Ini 50 Ucapan untuk Orang Tua, Keluarga, Sahabat, dan Rekan Kerja

Selain kepada orang tua, Disdikbud juga mengingatkan pihak sekolah untuk memperketat pengamanan fasilitas selama libur berlangsung. Guru dan kepala sekolah diminta memastikan sarana dan prasarana tetap aman guna menghindari potensi kerusakan atau gangguan.

“Pengamanan sekolah juga harus diperhatikan selama libur agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Sebelum memasuki masa libur, Disdikbud Kota Malang telah menggelar sejumlah kegiatan bagi siswa, di antaranya Festival Anak Muslim yang dikolaborasikan dengan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 hingga 150 siswa dari lima kecamatan di Kota Malang, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Festival Anak Muslim sendiri mempertandingkan enam cabang lomba dan menjadi ajang bagi siswa menampilkan kreativitas yang telah dilatih sebelumnya.

Suwarjana menjelaskan, para peserta telah melalui proses seleksi di tingkat kecamatan sebelum melaju ke tingkat kota. Sejumlah cabang lomba bahkan berpeluang melanjutkan ke kompetisi tingkat provinsi.

BACA JUGA:Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Tadi, Kolom Semburan Abu Setinggi 1.000 Meter

Sumber: