1 tahun disway

Lebaran 2006 Kian Dekat, Waspada Penipuan Tiket Bus dan KA via WhatsApp, Ini Ciri-cirinya

Lebaran 2006 Kian Dekat, Waspada Penipuan Tiket Bus dan KA via WhatsApp, Ini Ciri-cirinya

Ciri-ciri Penipuan Tiket Bus dan Kereta Api Lebaran 2026 di WhatsApp--Pinterest--

MALANG, DISWAYMALANG.ID–Penipuan online pemesan tiket bus dan kereta api sebenarnya bukan hal baru. Namun mendekati Lebaran 2026, modus ini perlu diwaspadai karena oknum-oknum biasanya makin massif beraksi. Sasarannya orang-orang yang hendak melakukan perjalanan mudik.

Modus penipuan juga terus berkembang dari tahun ke tahun dengan cara yang semakin canggih dan sulit dikenali. Apalgi penjualan tiket bus dan kereta api yang sering cepat habis. Para pelaku biasanya menyebarkan iklan tiket mudik murah atau penjualan instan.

BACA JUGA:Modus Minta Biaya Pendaftaran via E Wallet! Awas Peniputan Tiket Mudik Gratis 2026 Palsu

Ciri-ciri Penipuan Tiket Bus dan KA yang Harus Dihindari:

  1. Harga tiket jauh lebih murah dari harga normal, pelaku biasanya menawarkan harga yang sangat murah agar calon korban tertarik membeli tiket tanpa melakukan pengecekan lebih lanjut.
  2. Mengaku sebagai agen resmi tanpa bukti identitas jelas, banyak penipu mengaku sebagai perwakilan agen travel atau operator transportasi namun tidak memiliki alamat kantor atau nomor layanan resmi yang membuat calon korban sulit melakukan verifikasi.
  3. Meminta pembayaran melalui rekening pribadi atau e-wallet, pelaku biasanya meminta transfer ke rekening pribadinya dengan alasan pendaftaran atau pemesanan. Padahal transaksi resmi biasanya dilakukan melalui sistem resmi perusahaan transportasi.
  4. Mengirim tautan pemesanan yang mencurigakan, link yang diberikan sering menyerupai situs resmi namun sebenarnya itu halaman palsu yang dibuat untuk mengelabui korban.
  5. Memberikan tekanan agar segera melakukan pembayaran, pelaku biasanya mengatakan bahwa tiket hampir habis sehingga calon korban panik dan tidak sempat melakukan pengecekan dan akhirnya segera mentransfer uang.
  6. Tidak memberikan tiket resmi setelah pembayaran, setelah korban mentransfer uang biasanya pelaku sulit dihubungi atau menghilang tanpa memberikan tiket yang dijanjikan.

Pesan Pemilik Perusahaan Otobus

Pemilik PO Sumber Alam Anthony Steven Hambali mengimbau calon penumpang agar lebih berhati-hati terhadap keberadaan agen abal-abal.

Ia juga menyarakan masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi dan pembelian tikel melalui laman resmi perusahaan sebelum melakukan transaksi.

"Bisa cek di internet untuk menggunakan website resmi perusahaan bus AKAP tersebut," kata Anthony dikutip dari Harian Disway.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan memberikan data pribadi maupun melakukan pembayaran sebelum memastikan kebenaran informasi yang diterima.

Sumber: harian.disway.id