1 tahun disway

Puluhan SPPG Ditutup BGN, Warga Diminta Aktif Laporkan jika Menu Tak Sesuai Standar

Puluhan SPPG Ditutup BGN, Warga Diminta Aktif Laporkan jika Menu Tak Sesuai Standar

--

MALANG, DISWAYMALANG.ID- Sebanyak 43 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah Indonesia resmi ditutup oleh Badan Gizi Nasional pada Selasa, 3 Maret 2026, setelah ditemukan penyajian menu yang dinilai tidak sesuai standar program gizi. Penutupan terjadi di sejumlah wilayah seperti Nganjuk, Ngawi, hingga Banyuwangi.

Dikutip dari akun resmi BGN,  dikutip Kamis (5/3), penutupan dapur SPPG ini dilakukan setelah Badan Gizi Nasional melakukan inspeksi mendadak (sidak) di berbagai daerah serta menerima laporan dari masyarakat terkait kualitas menu yang disajikan. Setelah melalui proses verifikasi lapangan dan pemeriksaan dokumen operasional, puluhan dapur tersebut akhirnya dihentikan sementara kegiatannya.

BACA JUGA:Cuaca Malang Raya 5 Maret Hujan Ringan-Berawan, BMKG Kembali Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

BGN menegaskan bahwa tindakan ini merupakan langkah tegas untuk menjaga standar kualitas dalam program pemenuhan gizi nasional.

“Dari sidak yang dilakukan oleh BGN dan dari laporan masyarakat, hari ini 3 Maret 2026 BGN resmi menutup 43 dapur SPPG di berbagai daerah karena menyediakan menu Ramadan tidak sesuai standar,” tulis keterangan resmi BGN.

BACA JUGA:Tekan Inflasi, Pemkot Batu Gelar Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Sisir

Dari total sekitar 24 ribu dapur SPPG yang saat ini telah beroperasi di Indonesia, Badan Gizi Nasional juga membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan apabila makanan yang diterima dinilai tidak layak atau tidak sesuai standar.

Laporan tersebut dapat disampaikan langsung kepada dapur SPPG setempat atau melalui layanan pengaduan resmi BGN, termasuk hotline 127 serta layanan WhatsApp di nomor +62-811-1000-8008.

Dalam daftar yang dirilis BGN, sejumlah dapur yang ditutup berada di wilayah Jawa Timur, di antaranya di Nganjuk, Ngawi, Sumenep, Bojonegoro, Jember, Situbondo, Banyuwangi, hingga Madiun. Selain itu, penutupan juga terjadi di beberapa daerah di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

BACA JUGA:Hall Timur Resmi Beroperasi, Akses Penumpang Stasiun Kepanjen Kini Lebih Cepat dan Efisien

BGN menegaskan bahwa evaluasi dan pengawasan terhadap operasional dapur SPPG akan terus dilakukan untuk memastikan program pemenuhan gizi berjalan sesuai standar, sehingga kualitas makanan yang diterima masyarakat tetap terjaga.

Sumber: badan gizi nasional