1 tahun disway

Flu Biasa dan Superflu, Apa Bedanya? Waspada Penyebaran di Musim Hujan

 Flu Biasa dan Superflu, Apa Bedanya? Waspada Penyebaran di Musim Hujan

Perbedaan Flu Biasa Dan Superflu, Waspada Penyebaran di Musim Hujan Saat musim hujan datang, jangan anggap remeh gejala flu biasa. bisa jadi itu tanda superflu, virus baru yang lebih cepat menyebar dan lebih berat gejalanya.--pexel--

MALANG, DISWAYMALANG.ID--Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap peningkatan kasus Influenza A (H3N2) subclade K atau superflu. 

Istilah superflu sejatinya bukan nama penyakit baru. Sebutan itu muncul di ruang publik untuk menggambarkan lonjakan penularan influenza musiman yang terjadi relatif cepat dalam beberapa waktu terakhir.

Peningkatan kasus itu dilaporkan tidak hanya di Indonesia. Tetapi juga di sejumlah negara lain, seiring masuknya varian Influenza A (H3N2) subclade K ke dalam sirkulasi global.

BACA JUGA:Mulai Tahun 2026, Cek Kesehatan Gratis Ditindaklanjuti Penanganan Medis Gratis

Suhu tubuh naik? Jangan langsung anggap flu biasa. Waspada superflu, infeksi virus baru yang gejalanya mirip flu biasa. Tapi lebih cepat berkembang dan bisa lebih serius.--pexel

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat, keberadaan varian subclade K di Tanah Air terdeteksi sejak Agustus 2025.

Temuan tersebut diperoleh melalui pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) serta pemantauan sistem surveilans ILI-SARI (Influenza Like Illness–Severe Acute Respiratory Infection).

Dari hasil pemantauan itu, kelompok yang paling rentan terinfeksi adalah anak-anak, lanjut usia, individu dengan daya tahan tubuh rendah, serta mereka yang memiliki penyakit penyerta atau kondisi medis kronis.

BACA JUGA:Kemenkes Tambah Anggaran Obat Jiwa 5 Kali Lipat, Respons atas Meljitnya Gangguan Kejiwaan di Tanah Air

Meski demikian, Kemenkes menegaskan bahwa situasi saat ini masih terkendali. Tingkat keparahan penyakit yang ditimbulkan varian itu dinilai tidak lebih berat dibandingkan influenza musiman pada umumnya.

Namun, kewaspadaan tetap diperlukan. Terutama di tengah musim hujan yang mempermudah penyebaran virus.


Suhu tubuh naik? Jangan langsung anggap flu biasa. Waspada superflu, infeksi virus baru yang gejalanya mirip flu biasa. Tapi lebih cepat berkembang dan bisa lebih serius.--pexel--

BACA JUGA:Bukan Sekadar Kering, Ini Alasan Mengapa Rambut Bercabang dan Cara Mengatasinya

Secara umum, gejala superflu tidak jauh berbeda dengan flu biasa. Namun, pada sebagian penderita, keluhan dapat terasa lebih intens dan mengganggu aktivitas harian. Beberapa tanda yang kerap muncul antara lain:

  • Demam tinggi yang datang mendadak
  • Batuk dan pilek yang tidak kunjung membaik
  • Sakit kepala disertai nyeri otot
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di tenggorokan
  • Tubuh terasa lemas dan mudah lelah
  • Nafsu makan menurun
  • Mata terasa nyeri, berair, atau lebih sensitif terhadap cahaya

BACA JUGA:Kepala BPOM Tanggapi Viral Susu UHT Rekombinasi untuk MBG: Yang Penting Aman, Bergizi, dan Bermutu

Gejala tersebut biasanya muncul secara bertahap dalam beberapa hari setelah tubuh terpapar virus. Secara klinis, dokter tidak dapat memastikan seseorang terinfeksi hanya berdasarkan gejala.

Pemeriksaan laboratorium tetap menjadi kunci. Dilakukan untuk mengetahui jenis virus yang menyebabkan infeksi.

Perbedaan Flu Biasa dan Superflu

Mengingat gejalanya yang serupa, penting bagi masyarakat memahami perbedaan mendasar antara flu biasa dan influenza. Termasuk yang disebut superflu.

BACA JUGA:Hasil Skrining Nasional: 13,5 Juta Penduduk RI Berpotensi Gangguan Jiwa, Remaja Kategori Rentan

Kemenkes menjelaskan bahwa flu biasa umumnya disebabkan oleh berbagai jenis virus. Rhinovirus sebagai penyebab tersering. Sementara itu, influenza disebabkan oleh virus influenza tipe A atau B.

Beberapa perbedaan yang dapat dikenali secara umum antara flu biasa dan influenza antara lain:

Demam

Flu biasa jarang disertai demam, atau jika ada biasanya ringan. Pada influenza, demam muncul mendadak dengan suhu cukup tinggi. Dan dapat berlangsung selama tiga hingga empat hari.

BACA JUGA:Tiap Jam Ada 3 Bayi Meninggal di Indonesia, Tiap Dua Jam Seorang Ibu Wafat

Sakit kepala

Sakit kepala jarang ditemukan pada flu biasa. Sebaliknya, influenza kerap disertai sakit kepala yang cukup berat dan mengganggu aktivitas.

Batuk

Batuk pada flu biasa umumnya ringan. Pada influenza, batuk cenderung lebih sering dan bisa menjadi berat.

Pilek dan bersin

Pilek dan bersin merupakan gejala khas flu biasa. Pada influenza, pilek justru tidak selalu dominan dan bersin relatif jarang.

BACA JUGA:Super Flu di Jawa Timur Terbanyak! Dari 62 Kasus di Indonesia

Rasa lemas

Flu biasa biasanya tidak menyebabkan rasa lemas yang signifikan. Influenza dapat membuat penderitanya merasa sangat lelah. Hingga perlu beristirahat total selama lima sampai sepuluh hari.

Situasi Terkini dan Upaya Pencegahan

Berdasarkan data Kemenkes RI, sejak pertama kali terdeteksi hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K di delapan provinsi di Indonesia.

Mayoritas kasus menunjukkan gejala ringan hingga sedang. Serupa dengan influenza musiman, dan tidak menimbulkan lonjakan kasus berat yang mengkhawatirkan.

Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi influenza secara rutin. Terutama bagi kelompok berisiko.

BACA JUGA:Diet Keto Kembali Populer: Cara Kerja Ketosis, Manfaat Medis, Risiko Keto Flu, dan Peringatan Ahli

Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) harus diterapkan. Seperti mencuci tangan secara teratur, memakai masker saat sakit, menjaga etika batuk dan bersin, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala berat.

Di tengah musim hujan dan meningkatnya aktivitas virus pernapasan, kewaspadaan dan edukasi menjadi benteng pertama. Itulah yang mampu melindungi diri dan lingkungan sekitar dari penularan penyakit. 

 

Sumber: