Dishub Jatim Petakan 12 Titik Rawan Macet selama Nataru, 6 Titik di Malang Raya
Kadishub Jatim, Nyono.-memorandum.disway.id---
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur memetakan 12 titik strategis yang berpotensi menjadi simpul kemacetan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 di wilayah Jawa Timur, Senin, 29 Desember 2025.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa libur panjang, khususnya di jalur utama, akses tol, serta kawasan wisata yang kerap mengalami lonjakan volume kendaraan. Kepala Dishub Jatim Nyono mengatakan, pemetaan ini menjadi bagian dari strategi pengendalian lalu lintas agar arus kendaraan tetap lancar dan terkendali.
BACA JUGA:Perayaan Malam Nataru, Wali Kota Ingatkan Berdoa untuk Korban Bencana dan Minim Sampah
Menurut Nyono, sejumlah titik rawan kemacetan berada di kawasan perlintasan strategis dan persimpangan yang selama ini menjadi langganan kepadatan. Beberapa di antaranya:
- Simpang 3 Mengkreng Kertosono,
- Simpang 3 Bendo di wilayah Mojokerto,
- Exit Tol Taman Dayu Pasuruan, serta
- Pintu Tol Pakis Malang.
BACA JUGA:Diskon 25 Persen Tiket Promo KAI Nataru Masih Tersedia, Cek Cara Belinya
Selain itu, kepadatan juga diprediksi terjadi di ruas jalan menuju destinasi wisata favorit masyarakat, seperti kawasan:
- Cimory Prigen,
- Taman Dayu,
- Jatim Park 1, 2, dan 3 di Batu,
- Museum Angkut di Batu,
- Alun-Alun Kota Batu,
- Jalur menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi juga masuk dalam daftar pengawasan ketat mengingat tingginya arus kendaraan menuju Bali selama periode libur Nataru.
BACA JUGA:Jelang Nataru, 60 hingga 80 Persen Kamar Hotel di Batu Sudah Ter-booking
Dari data di atas, enam titik ada di Malang Raya, yaitu pintu tol Pakis, Jatim Park 1, 2, dan 3, di Kota Batu serta Museum Angkut Batu dan Alun-Alun Kota Batu.
Untuk memastikan arus lalu lintas tetap bergerak, Dishub Jatim tidak bekerja sendiri. Nyono menegaskan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan jajaran kepolisian serta para pemangku kepentingan terkait guna menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional sesuai kondisi di lapangan.
BACA JUGA:Tren H-1 Tahun Baru, Okupansi Hotel di Malang Diprediksi Melejit
“Kami sudah menyiapkan berbagai perlengkapan pendukung, mulai dari rambu lalu lintas portabel, traffic cone, hingga water barrier. Selain itu, personel tambahan juga kami terjunkan langsung di titik-titik perhatian agar penanganan di lapangan bisa lebih cepat,” ujar Nyono.
Selain fokus pada kelancaran arus kendaraan, aspek keselamatan pengguna jalan juga menjadi perhatian utama Dishub Jatim. Tingginya potensi kelelahan pengendara selama perjalanan jauh dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Sebagai langkah pencegahan, Dishub Jatim menyiagakan 29 Terminal Tipe B yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur, untuk difungsikan sebagai tempat istirahat sementara atau rest area bagi para pemudik. Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.
Sumber:
