Ini Dia Salah Satu Arena Bermain Destinasi Para Bocil di Alun-Alun Batu
Kereta mainan idola pengunjung Alun-alun Kota Batu-panca rp-
BATU, DISWAYMALANG.ID--Ketika sore sudah berganti gelap, Imam Syafii (25) seorang operator mainan anak mulai menyiapkan peralatannya. Yakni, seperangkat alat permainan kereta dengan motif kepala gajah, zebra, bebek, kuda nil dan sapi. Juga ada sosok karakter film kartun, Spongebob.
Kereta-keretaan itu ditambahi kilauan lampu LED warna-warni. Dilengkapi lagi suguhan lagu dengan penyanyi cilik, lagu Hari Minggu, Terima kasih Cikgu, OST, Doraemon dan lagu lagu Ipin Upin. Kemeriahan itu pun menarik perhatian anak kecil yang melintasi jalan Sudiro kota Batu,
Imam menggelar arena permainannnya itu sekitar 30 meter arah selatan Bianglala yang ada di Alun-alun Kota Batu. Jalan ini menjadi lintasan keluar masuk Alun-alun dari sisi Selatan atau menuju jalan WR. Supratman. Sebagian besar anak yang melintas dijalan ini, kalau tidak inisiatif anak, ada juga inisiatif dari orang tua untuk menaiki kereta mainan ini.
BACA JUGA:Sensasi Nongkrong Sambil Melihat Kereta Lewat di Kafe Hidden Gem Favorit Anak Muda Malang
Dengan harga Rp10.000 anak boleh menaiki sepuasnya, tidak dihitung putarannya. "Memang sengaja kami tidak mematok berapa putaran, biar anak bermain sepuasnya," kata Imam Syafii, kepada Disway Malang, Kamis (14/5).
Dia menuturkan, pernah membuat aturan putaran bermain. Namun banyak anak yang menangis. Akhirnya dia tetapkan bisa bermain sepuasnya agar anak-anak senang. "Karena tujuan bermain adalah bersenang-senang," alasannya.
Bahkan, Imam mengaku juga tidak mematok biaya tetap . "Ada kalanya orang tua memiliki uang kurang namun anaknya ingin. Mereka pun menawar, " katanya.
Dia menyebutkan, arena bermainnya ramai terutama saat akhir pekan atau pas malam liburan. "Mungkin keluarga bisanya mengajak ke Alun-Alun saat malam liburan," terang bapak beranak satu ini.
Pemakai permainan ini jika di luar hari libur kebanyakan masyarakat Batu. Namun jika hari libur kebanyakan anak luar kota yang berekreasi ke Kota Batu. "Kalau malam libur kebanyakan adik-adik luar kota, meski ada juga warga asli Batu," tutur Imam yang menekuni pekerjaan ini setelah pandemi Covid19 pada 2021.
Dilanjutkannya setelah Covid dulu dia memulai usaha ini. Karena saat itu sangat sulit memulai usaha apa pun. "Usaha ini berawal dari pemilik kereta ini terkena Covid akhirnya dijual. Karena saya amati menjanjikan ya akhirnya saya beli dan saya lanjutkan," tutur Imam.
BACA JUGA:Sensasi Glamping Sejuk di Pujon, Tidur Beratap Pinus Berteman Gemericik Sungai
Selama ia menjalankan usaha mainan ini, tidak bisa menentukan ramai dan sepinya. "Yang bisa dipastikan jika hujan akan sepi. Kalau suasana cerah dan malam libur baru kita bisa berharap ramai. Namanya kerja jasa rezeki kita pasrahkan kepada Allah, saya hanya datang menyiapkan peralatan masalah yang naik kami pasrah," pungkasnya.
Sumber:




