2 tahun Disway Malang

UB Gelar BASIC 2026, Bidik Kolaborasi Riset dan Publikasi Internasional

UB Gelar BASIC 2026, Bidik Kolaborasi Riset dan Publikasi Internasional

Fakultas Sains dan Teknologi/MIPA (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) Menggelar konferensi 14th Basic and Applied Science International Conference (BASIC) 2026.--

Konferensi ini juga menghadirkan Dr Syazreen Niza Shair dari Universiti Teknologi MARA, Dr Siti Maimunah dari Kementerian Perhubungan, dan Dr Muhammad Yusuf dari Universitas Brawijaya sebagai pembicara undangan.


Rektor UB usai memberikan sambutan pada acara konferensi 14th Basic and Applied Science International Conference (BASIC) 202--

Dekan FSTeM UB Prof Sukir Maryanto SSi MSi PhD menjelaskan, BASIC tidak hanya menjadi tempat mempresentasikan hasil penelitian. Forum ini juga diarahkan untuk membuka kerja sama akademik yang dapat dilanjutkan setelah konferensi.

FSTeM UB menyiapkan penguatan kemitraan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan perjanjian kerja sama (Memorandum of Agreement/MoA). Kerja sama tersebut mencakup pendampingan penyusunan proposal penelitian dan pelaksanaan riset bersama lintas universitas.

Peluang pengembangan program gelar ganda (double degree) untuk jenjang doktoral juga dijajaki. Program ini diharapkan memperluas pengalaman akademik dan jejaring internasional para peneliti.

Selain itu, FSTeM UB mendorong keterlibatan pemimpin redaksi dan penerbit jurnal ilmiah internasional. Langkah ini ditujukan untuk membantu peneliti memahami standar publikasi serta meningkatkan kualitas naskah ilmiah.

BACA JUGA:80 Peserta Ikuti Workshop FIA UB, Belajar Riset Saham hingga Financial Modeling

Artikel terpilih berpeluang diarahkan ke jurnal bereputasi. Namun, penerbitan tetap mengikuti kesesuaian topik, standar jurnal, dan proses penelaahan ilmiah masing-masing penerbit.

BASIC Dihubungkan dengan Jejaring Riset Global

Ke depan, BASIC direncanakan terhubung dengan forum ilmiah internasional lainnya. Di antaranya International Conference on Chemistry and Material Science (IC2MS) serta jejaring kemitraan riset bilateral Indonesia–Prancis melalui LMI-LSI.

Keterhubungan tersebut diharapkan memperluas kesempatan kolaborasi lintas disiplin dan negara. Peneliti juga berpeluang mengembangkan proyek bersama yang berorientasi pada inovasi dan kebutuhan masyarakat.

Melalui BASIC 2026, FSTeM UB menargetkan penguatan jejaring penelitian, peningkatan publikasi ilmiah, dan pengembangan kerja sama internasional. Upaya ini menjadi bagian dari dorongan untuk mempercepat hilirisasi riset dan memperkuat kemandirian teknologi nasional.

Penyelenggaraan BASIC 2026 turut didukung Sunday Travel dan Bank Mandiri Cabang Brawijaya.

Sumber:

Berita Terkait