UB Jajaki Beasiswa Akselerasi Magister LPDP, Buka Peluang bagi Alumni dan Staf
UB Jajaki Kerjasama Program Beasiswa Akselerasi Magister Bersama LPDP--Prasetyaub
LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID - Universitas Brawijaya (UB) menjajaki kerja sama Program Beasiswa Akselerasi Magister bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Mengutip langsung dari website resmi Prasetya UB, Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan monitoring dan evaluasi perikatan kerja sama LPDP dan dilaksanakan di Ruang Oryza, UB Guest House Lantai 3, Rabu (30/9/2026).
BACA JUGA: FKH UB Gelar Scientific Writing Workshop, Bekali Mahasiswa Keterampilan Menulis Artikel Ilmiah
Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso M SIE PhD menyampaikan bahwa pemerintah terus mendukung program pendidikan yang memiliki dampak nyata. Ia menjelaskan, LPDP hadir dengan fokus utama pada pengembangan pendidikan jenjang magister dan doktoral.
BACA JUGA: THE WUR 2027: UB Naik ke Kelompok 1.401–1.600 Dunia, Lima Indikator Meningkat
Dikatakan, pemerintah terus memberikan dukungan terhadap program-program yang memiliki dampak nyata. Khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi. LPDP sejak awal memang dibentuk dengan fokus untuk mendukung pendidikan pada jenjang S2 dan S3.
"arena itu, kami terus berupaya memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai kementerian maupun lembaga agar kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, melakukan riset, serta mengembangkan kompetensi dapat semakin terbuka dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Dwi dikutip dari laman resmi UB, Jumat (2/10/2026).
Secara keseluruhan, akumulasi penerima beasiswa LPDP telah mencapai 687.394 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 100.783 penerima program gelar (degree) dan 586.611 penerima program non-gelar (non-degree).
BACA JUGA: Enam Fakultas UB Masuk Penilaian WBK, Rektor Ingatkan Budaya Integritas Jangan Kendor
Dalam pelaksanaannya, Dwi Larso mengatakan LPDP juga mengembangkan berbagai program kolaborasi dengan kementerian dan lembaga. Kolaborasi dengan Kemendikbudristek/Kemdiktisaintek pada periode 2021–2026 telah menjangkau 583.691 penerima. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26.847 orang merupakan penerima program gelar jenjang S2 dan S3, sedangkan sebagian besar lainnya mengikuti program non-gelar, seperti Kampus Merdeka dan praktisi mengajar.
Selain program beasiswa, LPDP juga mendukung pengembangan riset melalui kolaborasi dengan Kemdiktisaintek, BRIN, dan Kementerian Agama. Pada periode 2021–2026 tercatat 4.884 proyek riset, dengan 2.343 proyek telah selesai dan 2.541 proyek masih berjalan.
Kolaborasi LPDP dengan 23 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) selama 2023–2026 juga menghasilkan berbagai capaian. Antara lain 8.237 publikasi ilmiah, 9.734 peserta summer course, 7.437 mahasiswa dalam program student exchange. Kemudian, 1.904 profesor dalam program visiting professor serta 587 peneliti dalam postdoctoral fellowship.
Pada kesempatan tersebut, Dwi Larso uga memaparkan dukungannya terhadap sektor kebudayaan melalui Dana Abadi Kebudayaan (DAKB). Program tersebut telah memberikan manfaat kepada 778 penerima, baik individu maupun komunitas/organisasi. Dukungan tersebut mencakup 1.253 kegiatan yang melibatkan 40.651 pelaku budaya.
Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., mengapresiasi kehadiran LPDP dan peluang kerja sama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Menurutnya, inisiasi kerja sama ini menjadi kesempatan penting bagi UB untuk memperluas akses pendidikan lanjut, khususnya bagi alumni dan staf.
Sumber: prasetya ub


