UB Gandeng PLN untuk Riset Kendaraan Berbasis Hidrogen
Dari kiri ke kanan : Perwakilan tim APPATE, Perwakilan Pihak PT PLN, dan Perwakilan Pihak UB Memegang Fuel Cell--prasetya.ub.ac.id
Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan daya jelajah kendaraan secara signifikan. Selain itu, efisiensi waktu pengisian energi menjadi keunggulan utama, di mana sistem hidrogen memungkinkan pengisian dalam hitungan menit dibandingkan pengisian baterai listrik konvensional yang memerlukan waktu lebih lama.
BACA JUGA:Gandeng Pemkab Malang, FPIK UB Bakal Terjunkan 850 Mahasiswa KKN-T Bahari 2026 ke Desa-Desa
PLN juga telah menyiapkan komponen penting berupa fuel cell untuk mendukung proses konversi energi hidrogen menjadi listrik. Tahapan berikutnya akan memasuki proses modifikasi kendaraan, dengan target uji coba pada pertengahan tahun 2026 sebelum diperkenalkan dalam berbagai forum dan pameran teknologi.
Dalam jangka panjang, pengembangan ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan industri otomotif dalam negeri, khususnya dalam desain kendaraan yang kompatibel dengan sistem konversi hidrogen serta pengembangan teknologi fuel cell secara mandiri di Indonesia.
Sebagai tambahan, hidrogen dinilai sebagai salah satu energi masa depan karena dapat diproduksi melalui proses elektrolisis air menggunakan listrik, sehingga menghasilkan energi bersih tanpa emisi karbon. Hal ini sejalan dengan target global, termasuk komitmen Indonesia dalam mencapai net zero emission pada 2060.
BACA JUGA:ASDP Bersama 14 BUMN Bangun Kabupaten Raja Ampat Lebih Berkelanjutan
Sumber: prasetya.ub.ac.id




