1 tahun disway

Kebiasaan Main HP saat di Toilet: Sepele tapi Bisa Berdampak Serius

Kebiasaan Main HP saat di Toilet: Sepele tapi Bisa Berdampak Serius

--inionline.id

MALANG,DISWAYMALANG.ID-Pada era digital saat ini, banyak orang tanpa sadar menjadikan waktu buang air di toilet sebagai momen untuk scrolling media sosial, membaca berita, atau membalas pesan. Kebiasaan ini terlihat sepele, namun ternyata menyimpan sejumlah risiko kesehatan.

BACA JUGA:Kemenkes Resmikan Aturan Label Gizi “Nutri Level” pada Minuman Kekinian, Upaya Tekan Konsumsi Gula Berlebih

Dihimpun Disway Malang dari berbagai sumber, Kamis (23/4/2026), salah satu dampak utama adalah meningkatnya risiko gangguan pada area dubur, seperti wasir atau hemoroid. Terlalu lama duduk di toilet dapat memberikan tekanan berlebih pada pembuluh darah di sekitar anus, terutama jika seseorang terdistraksi oleh ponsel hingga lupa waktu.

Selain itu, penggunaan ponsel di toilet juga meningkatkan potensi paparan bakteri. Toilet merupakan salah satu tempat dengan tingkat kontaminasi tinggi. Ketika ponsel digunakan di area tersebut, bakteri dapat menempel pada permukaan perangkat dan berpindah ke tangan, bahkan ke wajah saat digunakan kembali.

Dari sisi kebiasaan, aktivitas ini juga dapat memperpanjang durasi di toilet secara tidak perlu. Padahal, idealnya proses buang air besar berlangsung tidak lebih dari 5–10 menit. Semakin lama waktu yang dihabiskan, semakin besar pula risiko gangguan kesehatan yang muncul.

BACA JUGA:Bukan Hanya Kebaya, Inilah 9 Keteladanan Kartini yang Harus Ada di Diri Anak Muda

Para ahli kesehatan menyarankan untuk menghindari penggunaan ponsel saat di toilet dan lebih fokus pada kebutuhan tubuh. Selain menjaga kebersihan, kebiasaan ini juga membantu tubuh bekerja secara alami tanpa distraksi.

Tips sederhana yang bisa diterapkan:

  • Biasakan tidak membawa ponsel ke toilet
  • Batasi waktu duduk maksimal 10 menit
  • Cuci tangan dengan benar setelah selesai

Meski terlihat sepele, kebiasaan kecil seperti ini dapat berdampak besar jika dilakukan terus-menerus. Mengubahnya mungkin sederhana, tetapi manfaatnya penting untuk kesehatan jangka panjang.

BACA JUGA:Kota Malang Bidik Tambah Dua Pasar Ber-SNI pada 2026, Sawojajar dan Bunul Diusulkan

Sumber: www.heatline.com