JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD untuk memberikan data terkait dugaan mark up atau penggelembungan anggaran pengadaan kereta cepat Whoosh.
Hal ini merupakan respons dari Juru Bicara KPK Budi Prasetyo terhadap sikap Mahfud MD yang merasa bingung setelah diminta melaporkan dugaan mark-up tersebut. Ia mengungkapkan dengan cara tersebut bisa membuat KPK bisa bergerak cepat mencari tindak pidana korupsi. "Jika memang Prof Mahfud ada data yang nanti bisa menjadi pengayaan bagi KPK, kami akan sangat terbuka untuk kemudian mempelajari dan menganalisisnya,” kata Budi kepada wartawan dikutip Selasa, 21 Oktober 2025. Budi menjelaskan bahwa komisi antirasuah pasti proaktif terhadap temuan korupsi. Namun, lembaga tersebut membutuh informasi awal. "Sehingga jika memang menemukan adanya informasi atau dugaan awal termasuk data-data, adanya dugaan tindak-tindakan korupsi, KPK mendorong kepada masyarakat untuk kemudian menyampaikan,"pungkasnya. Sebagai informasi, Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengaku bingung karena KPK meminta dirinya melaporkan dugaan mark up Whoosh. Ia menjelaskan dalam hukum pidana, lembaga penegak hukum bisa langsung melakukan penyelidikan tanpa menunggu laporan. "Agak aneh ini, KPK meminta saya melapor tentang dugaan mark up Whoosh. Di dalam hukum pidana, jika ada informasi tentang dugaan peristiwa pidana mestinya aparat penegak hukum (APH) langsung menyelidiki, bukan minta laporan. Bisa juga memanggil sumber info untuk dimintai keterangan,” ujar Mahfud dalam cuitan di akun twitter/X @mohmahfudmd, Sabtu, 18 Oktober 2025. Ia menagatakan bahwa laporan hanya diperlukan apabila ada peristiwa yang tidak diketahui oleh aparat penegak hukum, seperti kasus penemuan mayat. Namun, apabila penemuan mayat tersebut telah diberitakan secara luas, aparat penegak hukum wajib membuka penyelidikan tanpa perlu laporan langsung.KPK Mendorong Mahfud MD Beri Data Dugaan Mark-Up Kereta Cepat Whoosh
Selasa 21-10-2025,11:45 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Senin 14-09-2026,11:17 WIB
Gempa M 5,2 Guncang Laut Tenggara Malang, Getaran Dirasakan hingga 9 Daerah di Jawa Timur
Senin 14-09-2026,12:00 WIB
Jadwal Liga 1 2026 Pekan Ketiga, Persija dan Laga Besar Jadi Sorotan
Senin 14-09-2026,11:40 WIB
Klasemen Liga 1 Super League 2026 Pekan Kedua: Bali United di Puncak, Persib Peringkat 8
Senin 14-09-2026,11:55 WIB
Jadwal Liga 1 2026 Pekan Ketiga: Ada Derby Arema FC vs Persik Kediri
Senin 14-09-2026,11:45 WIB
Klasemen Papan Atas Liga 1 2026 Memanas, Tiga Tim Sama-sama Raih 6 Poin
Terkini
Senin 14-09-2026,20:00 WIB
Asian Games 2026 Bisa Ditonton Gratis, Ini Channel dan Pilihan Siarannya
Senin 14-09-2026,19:55 WIB
Nonton Asian Games 2026 di Mana? Ini Pilihan Channel TV dan Platform Streaming
Senin 14-09-2026,19:50 WIB
Cara Nonton Asian Games 2026, Bisa Lewat TV Digital, Streaming hingga Parabola
Senin 14-09-2026,19:45 WIB
Jadwal Timnas Voli Putri Indonesia di Asian Games 2026, Nepal dan Jepang Menanti
Senin 14-09-2026,19:40 WIB