Ancaman Bom Pesawat Saudia Airlines Dinyatakan Hoaks, Kemenhub Jamin Penumpang Aman

Sabtu 21-06-2025,18:23 WIB
Editor : Agung Pamujo

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa menyatakan ancaman bom untuk pesawat maskapai Saudia Airlines sebagai hoaks. Dirjen juga memastikan keselamatan dan keamanan penumpang pesawat dengan nomor penerbangan SV 5688 yang mendarat darurat di Bandar Udara Kuala Namu, Deli Serdang, Sabtu (21/6).

"Setelah melalui penilaian menyeluruh, ancaman yang diterima dinyatakan tidak berdasar dan diklasifikasikan sebagai hoaks oleh otoritas terkait," kata Dirjen Hubud, Sabtu (21/6).

Dirjen menambahkan, Kemenhub terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan. 

Seperti diketahui, untuk kali kedua, terjadi laporan ancaman bom terhadap pesawat maskapai Saudia Airlines. Setelah kasus pertama yang terjadi untuk pesawat maskapai Saudia Airlines SV 5276 rute Jeddah-Jakarta pada Selasa (17/6) lalu, ancaman serupa terjadi terhadap pesawat dari maskapai yang sama dengan  nomor penerbangan SV 5688, empat hari kemudian. 

Sama dengan kasus pertama, kasus kedua ini juga menyebabkan pesawat yang membawa jemaah haji asal Surabaya dalam perjalanan pulang ini, mendarat darurat di Bandar Udara Kuala Namu, Deli Serdang. 

BACA JUGA:Lagi, Pesawat Saudia Airlines Yang Angkut Jemaah Haji Indonesia Dapat Ancaman Bom

Pemeriksaan Selesai

Sementara Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II-Medan, Asri Santosa mengatakan pilot pesawat Saudia Airlines memutuskan untuk mengalihkan rute penerbangan ke Bandar Udara Kualanamu di Medan setelah mendapat ancaman bom.

"Penanganan darurat dilakukan setelah pesawat mendarat, termasuk pemeriksaan terhadap seluruh penumpang dan kru pesawat," ujarnya.

BACA JUGA:Unisma Wisuda 715 Mahasiswa, Rektor Tegaskan Komitmen Menuju World Class University

Dijelaskannya, pemeriksaan terhadap kru dan penumpang telah selesai dilakukan dan dilanjutkan dengan pemeriksaan pesawat secara gabungan oleh Tim Gegana POLRI, Tim Penjinak Bom dari Polda, TNI AD, TNI AU, dan Petugas Keamanan bandar udara. (*)

Kategori :