Sekolah Rakyat di Kota Batu Diresmikan Menteri Sosial

Senin 19-05-2025,15:02 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Agung Pamujo

KOTA BATU, DISWAYMALANG.ID – Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, meresmikan pelaksanaan Program Sekolah Rakyat (SR) di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Anak (PPSPA) yang berlokasi di Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Senin (19/5). 

“Program ini menandai keseriusan negara dalam menjamin hak pendidikan bagi semua anak, terutama mereka yang selama ini terpinggirkan karena faktor ekonomi. Ini adalah amanah Presiden Prabowo Subianto dan kami di Kemensos siap melaksanakannya,” ujar Saifullah Yusuf dalam sambutannya.

Acara peresmian turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Jawa Timur yang mewakili Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Batu, Ketua DPRD Kota Batu, serta jajaran Muspika dan tokoh masyarakat setempat.

BACA JUGA:PPATK Telah Blokir 28 Ribu-an Rekening Terkait Judi Online dan Narkoba

Program Sekolah Rakyat didesain untuk menyediakan pendidikan gratis dan inklusif, lengkap dengan dukungan fasilitas penunjang seperti:

- Beasiswa penuh: mencakup biaya sekolah, perlengkapan, hingga buku pelajaran;

- Layanan gizi harian: setiap siswa mendapatkan makanan bergizi untuk mendukung proses tumbuh-kembang;

- Pelatihan keterampilan praktis: sebagai bekal untuk kemandirian di masa depan.

Mensos menegaskan, pelaksanaan program ini akan dimulai secara bertahap di tahun 2025 dengan prioritas wilayah tertinggal dan miskin. Kota Batu menjadi salah satu titik awal karena kesiapan infrastruktur dan sinergi dengan pemerintah daerah.

“Kemensos terus memperkuat koordinasi dengan dinas pendidikan dan sosial daerah agar distribusi layanan tepat sasaran dan berkelanjutan,” kata Saifullah Yusuf.

BACA JUGA:Ojol Demo Besar-Besaran Besok, Aplikasi Dimatikan Massal, Berikut Tuntutan Lengkapnya

Dalam kegiatan peresmian, ditayangkan pula video pendek yang menampilkan sosok Kyla, seorang anak dari Jawa Tengah yang kisah perjuangannya untuk tetap bersekolah di tengah keterbatasan ekonomi sempat viral dan menyentuh hati Presiden RI. Kisah Kyla kemudian menjadi simbol semangat dan inspirasi dalam perumusan Program Sekolah Rakyat.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan bahwa anak-anak seperti Kyla adalah representasi dari ribuan anak Indonesia yang membutuhkan uluran tangan negara, bukan sekadar retorika, tetapi melalui aksi nyata seperti Sekolah Rakyat.

“Mereka adalah masa depan bangsa. Kita harus pastikan mereka mendapatkan pendidikan yang layak,” tegas Presiden RI dalam pernyataan resminya.

Kementerian Sosial RI menargetkan pelaksanaan program ini dapat menjangkau puluhan ribu anak dalam tiga tahun ke depan. Saifullah Yusuf juga menekankan bahwa program ini akan terus dikembangkan dengan model intervensi terpadu, mencakup dukungan psikososial, layanan kesehatan dasar, hingga monitoring perkembangan siswa secara berkala.(*)

Kategori :