BATU, DISWAYMALANG.ID - Pemkot Batu akan segera melakukan pemulihan lahan dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di petak 18 kawasan Gunung Panderman dan Gunung Arjuno-Welirang,
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, Kamis (5/11/2026), pihaknya sudah berkoordinasi dengan Perhutani untuk memastikan pemulihan lahan yang mengalami kerusakan akibat kebakaran. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyebaran benih untuk mengembalikan kondisi kawasan terdampak.
Namun sebelum benih disebar, kondisi lahan di sejumlah titik bekas kebakaran harus dipastikan terlebih dahulu. Setiap wilayah punya tingkat kerusakan yang berbeda, sehingga penanganannya tidak bisa disamaratakan.
BACA JUGA:Dinkes Batu Tangani 2.913 Penderita Diabetes hingga 2026
"Ya, yang pasti dari pihak Perhutani juga sudah mengantisipasi. Nanti kita akan sebar benih untuk me-recovery lahannya, termasuk yang di Petak 18 dan beberapa wilayah yang kebakaran," ujarnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Suwoko menegaska,n rencana penghijauan dan reboisasi di kawasan terdampak karhutla memang sudah masuk dalam perencanaan.
Namun pelaksanaannya masih menunggu waktu yang dinilai tepat dengan mempertimbangkan kondisi tanah pascakebakaran.
Ia menjelaskan, kondisi tanah yang masih panas atau hangat membuat saat ini belum menjadi waktu ideal untuk melakukan penanaman kembali. Karena itu, penentuan jadwal reboisasi akan mempertimbangkan perkembangan kondisi cuaca, termasuk datangnya hujan.
BACA JUGA:Nurochman Minta Pejabat Baru Batu Gerak Cepat Benahi Pelayanan
"Kalau nanti penghijauan pasti ada, reboisasi pasti ada, tetapi kita mencari momen yang baik. Karena saat ini bukan waktu yang terbaik, tanah kita masih panas, masih hangat. Jadi, belum saatnya melakukan reboisasi. Nanti akan ditentukan kapan ada turun hujan," jelasnya.
Meski reboisasi besar-besaran belum bisa dilakukan, upaya penghijauan tidak sepenuhnya berhenti. Melalui kegiatan penanaman pohon sebagai bentuk mitigasi lingkungan, Pemkot Batu tetap mulai bergerak.
Menurut Suwoko, kegiatan tersebut juga menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian terhadap pemulihan lingkungan sekaligus mendorong perawatan kawasan secara berkelanjutan.
BACA JUGA:Kapolres Batu Pimpin Upacara PTDH Anggota Terjerat Kasus Pidana
"Tapi kita mitigasi untuk sebisa mungkin menanam kebaikan. Seperti hari ini kita ada kegiatan reboisasi, itu sangat bagus karena ke depannya juga bisa kita rawat lebih baik lagi," ujarnya.
Menanggapi fenomena hujan yang sudah mulai turun beberapa hari terakhir, Suwoko meminta masyarakat untuk tetap bersyukur. Hujan adalah berkah yang dinikmati seluruh alam, apapun metodologinya, termasuk isu modifikasi cuaca.