Gigih berarti tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Pemuda dapat menerapkannya dengan terus belajar, berani mencoba hal baru, mengembangkan keterampilan, dan bangkit ketika mengalami kegagalan.
Sementara itu, berempati berarti memahami kondisi orang lain dan bersedia memberikan bantuan. Kepedulian sosial, sikap saling menghargai, dan semangat gotong royong menjadi bagian penting dari karakter pemuda yang berempati. Penekanan pada tiga nilai tersebut sejalan dengan tema resmi peringatan yang ditetapkan Kemenpora.
Peringatan Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober juga mengingatkan masyarakat pada Kongres Pemuda II pada 27–28 Oktober 1928. Ikrar yang lahir dari peristiwa tersebut menegaskan tekad untuk bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, yaitu Indonesia. Pada 2026, peringatannya memasuki usia ke-98.
Karena itu, ucapan Hari Sumpah Pemuda dapat menjadi cara sederhana untuk menyebarkan pesan persatuan dan semangat kebangsaan. Namun, maknanya akan semakin kuat apabila disertai kontribusi nyata, ketekunan dalam berkarya, dan kepedulian kepada sesama.
Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98, 28 Oktober 2026. Patriotik, gigih, berempati: pemuda untuk Indonesia.