Kerja samanya dengan Huijsen membuat Madrid mampu bertahan menghadapi tekanan. Konate juga berperan menjaga struktur pertahanan saat tim melancarkan serangan balik.
Marc Cucurella (6/10)
Cucurella mendapat tugas mengawal Lamine Yamal di sisi sayap. Ia beberapa kali menghadapi kesulitan ketika winger Barcelona itu melakukan penetrasi dan mencoba mencari ruang.
Meski demikian, Cucurella berusaha menjaga kedisiplinan posisi. Madrid tetap mampu membatasi peluang bersih Barcelona dan mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Lini Tengah
Aurélien Tchouameni (8/10)
Tchouameni menjadi jangkar penting di lini tengah Madrid. Ia membantu melindungi pertahanan sekaligus mengalirkan bola untuk membangun serangan.
Distribusi bolanya terbilang efisien. Ia menyelesaikan 44 dari 46 operan dengan akurasi sekitar 96 persen, berdasarkan statistik dalam naskah pertandingan.
Bernardo Silva (7/10)
Bernardo Silva membantu menghubungkan lini tengah dengan barisan penyerang. Ia berusaha menjaga aliran bola tetap rapi ketika Madrid menghadapi tekanan dari Barcelona.
Pemain tersebut digantikan Eduardo Camavinga pada menit ke-80. Pergantian itu kemudian berbuah kontribusi penting karena Camavinga mengirimkan assist untuk gol kedua Mbappe.
Arda Guler (7/10)
Guler menjadi salah satu sumber ancaman Madrid melalui tembakan dan pergerakannya di sekitar kotak penalti. Ia beberapa kali memaksa Joan Garcia bekerja keras untuk mengamankan gawang Barcelona.
Meski tidak mencetak gol, kontribusinya dalam membangun serangan tetap penting. Guler juga terlibat dalam rangkaian permainan yang berujung pada gol penentu kemenangan Madrid.
Jude Bellingham (7/10)
Bellingham bekerja keras membantu Madrid mengimbangi permainan lini tengah Barcelona. Ia juga berperan dalam membangun serangan cepat yang menjadi salah satu senjata utama tim tamu.
Dalam proses gol kedua, Bellingham memulai rangkaian serangan dengan aksi individu sebelum bola diteruskan kepada Arda Guler dan Camavinga. Rangkaian tersebut membuka jalan bagi Mbappe untuk mencetak gol kemenangan.