Mahasiswa yang memperoleh pendanaan biasanya bergabung dengan laboratorium dan terlibat dalam proyek penelitian sesuai bidang keahliannya. Sebagai bagian dari kerja akademik tersebut, mahasiswa dapat memperoleh pembebasan biaya kuliah dan tunjangan bulanan sesuai kesepakatan serta kebijakan universitas.
Skema ini relatif banyak dijumpai pada bidang sains, teknik, dan teknologi yang membutuhkan kegiatan penelitian laboratorium. Meski demikian, peluang pendanaan juga dapat tersedia pada bidang lain, bergantung pada proyek dan kebijakan masing-masing profesor.
Proses pencarian beasiswa profesor umumnya dilakukan dengan menghubungi profesor secara langsung melalui cold email. Pelamar juga dapat memantau informasi lowongan penelitian di situs universitas atau memperoleh referensi dari mahasiswa dan alumni.
Dalam proses seleksi, kesesuaian latar belakang akademik, pengalaman penelitian, dan minat terhadap proyek menjadi pertimbangan penting. Karena itu, calon mahasiswa perlu menyiapkan CV akademik dan menjelaskan alasan memilih laboratorium yang dituju.
Meski proses komunikasi awal terkadang lebih cepat, penerimaan tetap bergantung pada ketersediaan dana, persyaratan akademik, dan prosedur resmi universitas.
Mana yang Lebih Cocok untuk Mahasiswa Indonesia?
GKS dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang menginginkan program beasiswa dengan mekanisme seleksi terstruktur dan pilihan bidang studi yang luas. Jalur ini juga cocok bagi pelamar yang ingin menentukan universitas dan program studi berdasarkan daftar resmi GKS.
Sementara itu, beasiswa profesor dapat dipertimbangkan oleh calon mahasiswa yang memiliki minat penelitian spesifik dan ingin bergabung dengan laboratorium tertentu. Pelamar perlu siap terlibat dalam kegiatan riset sesuai tanggung jawab yang disepakati.
Kedua jalur tersebut juga memiliki ketentuan pembiayaan yang berbeda. Pada GKS, fasilitas mengacu pada pedoman resmi pemerintah, sedangkan pada beasiswa profesor, besaran tunjangan dan cakupan biaya perlu dikonfirmasi langsung kepada pihak terkait.
Calon mahasiswa juga sebaiknya memeriksa ketentuan visa, kewajiban akademik, dan aturan setelah lulus. Jangan berasumsi bahwa seluruh program memiliki ketentuan yang sama mengenai masa studi atau kewajiban kembali ke negara asal.
Pentingnya Networking dan Informasi Alumni
Selain mempersiapkan dokumen, Bianca menekankan pentingnya membangun hubungan dengan alumni yang memiliki pengalaman mendaftar atau menjalani beasiswa di Korea Selatan.
“Intinya kalian harus dekat sama alumni, harus jaga relasi sesama alumni,” ungkapnya.
Menurut Bianca, alumni dapat membantu memberikan gambaran mengenai proses seleksi, kehidupan mahasiswa, hingga pengalaman memilih universitas.
Informasi tersebut bisa menjadi referensi tambahan sebelum calon mahasiswa menentukan strategi pendaftaran.
Meski begitu, informasi dari alumni tetap perlu dicocokkan dengan panduan resmi yang berlaku. Persyaratan, besaran tunjangan, dan prosedur seleksi dapat berubah dari satu periode ke periode berikutnya.
Pada akhirnya, GKS dan beasiswa profesor sama-sama dapat membuka peluang pendidikan di Korea Selatan.
Kuncinya adalah memilih jalur sesuai kebutuhan, memahami sumber pendanaan, serta menyiapkan kemampuan akademik dan dokumen secara matang.(*)