BATU, DISWAYMALANG.ID- Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Kesehatan Kota Batu menggelar Deklarasi Penguatan Komitmen Desa/Kelurahan Siaga TBC se-Kota Batu dan Launching Program 1 Desa dan Kelurahan 1 Dokter. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Jumat (23/10/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional penanggulangan Tuberkulosis (TBC) yang tidak hanya fokus pada pengobatan. Tetapi juga pada penguatan pencegahan di tingkat desa dan kelurahan.
Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia dalam acara tersebut.
BACA JUGA:Hutan Kota Bondas Batu Direvitalisasi, DLH Siapkan Anggaran hingga Rp800 Juta
Kehadiran Wamenkes tersebut dinilai menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan layanan kesehatan di daerah, khususnya di Kota Batu.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Ini adalah kehormatan bagi Kota Batu,” ujar Nurochman yang akrab disapa Cak Nur.
Menurutnya, persoalan kesehatan seperti penanggulangan TBC tidak bisa hanya ditangani oleh pemerintah daerah saja. Dibutuhkan sinergi yang kuat, kolaborasi, dan dukungan kebijakan serta anggaran dari pemerintah pusat agar program-program kesehatan bisa berjalan optimal sampai ke tingkat desa dan kelurahan.
BACA JUGA:Pemkot Batu Bahas Pengetatan Sound Horeg, Izin hingga Ganti Rugi Kerusakan Diatur
Cak Nur berharap, momentum deklarasi dan peluncuran program 1 Desa 1 Dokter ini menjadi awal yang baik untuk memperkuat sinergi tersebut.
“Semoga sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Batu ini dapat memperkuat pelayanan kesehatan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” harapnya.
Ia menegaskan, Pemkot Batu berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Melalui program itu, ia ingin memastikan bahwa tidak ada warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan dasar.
“Pelayanan kesehatan adalah hak dasar masyarakat. Dengan adanya dokter di setiap desa dan kelurahan serta tim siaga TBC, kami ingin pencegahan dan penanganan penyakit bisa dilakukan lebih cepat, lebih dekat, dan lebih tuntas,” jelasnya.
BACA JUGA:Nurochman di Hari Santri 2026: Santri Batu Harus Kuasai Teknologi
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, Aditya Prasaja menjelaskan, salah satu strategi utama penanggulangan TBC adalah dengan membentuk Desa atau Kelurahan Siaga TBC.
Menurutnya, tenaga kesehatan memiliki keterbatasan jika harus menjangkau seluruh wilayah, sehingga dukungan dari semua pihak di desa dan kelurahan sangat dibutuhkan.