KH Syukron Makmun Wafat, Ulama Bergelar Singa Podium Pendiri Ponpes Daarul Rahman

Minggu 18-10-2026,17:09 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Gaya bicaranya yang lugas, argumentatif, dan penuh semangat membuatnya dikenal sebagai Singa Podium. Julukan tersebut melekat seiring kiprahnya menyampaikan dakwah dengan ketegasan dalam memegang prinsip keislaman.

Setelah datang ke Jakarta sekitar 1967, ia melanjutkan aktivitas dakwah dan belajar bersama KH Idham Chalid. Ia kemudian dipercaya menjadi Direktur Pondok Pesantren Daarul Ma'arif sebelum mendirikan Pondok Pesantren Daarul Rahman pada 1975 bersama sejumlah rekannya.

Pesantren Daarul Rahman berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang memiliki jaringan di Jakarta dan sejumlah wilayah lain. Lembaga tersebut juga mendapat pengakuan Kementerian Agama sebagai pesantren mu'adalah, yakni pesantren yang ijazah pendidikannya disetarakan dengan jenjang pendidikan formal tertentu.

Kiprah di Organisasi dan Dakwah

Selain mengasuh pesantren, KH Syukron Makmun aktif dalam berbagai organisasi keislaman dan politik. Ia pernah terlibat dalam kepengurusan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), serta Rabithatul Ma'ahid.

Ia juga pernah memimpin Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan terlibat sebagai penasihat Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Di luar itu, kiprahnya mencakup Forum Ulama dan Habaib (FUHAB) serta Dewan Syuro Majelis Ilmu dan Dakwah Ahlusunnah Waljamaah (MAIDAH).

Jejak panjang KH Syukron Makmun menunjukkan perannya bukan hanya sebagai pendakwah, tetapi juga sebagai pendidik dan penggerak pesantren. Warisan ilmu, lembaga pendidikan, dan pembinaan santri menjadi bagian penting dari pengabdiannya bagi umat Islam Indonesia.

 

Kategori :