Posisi pertama dan kedua saat itu ditempati tim dari perguruan tinggi lain. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri menjelang babak final.
Dukungan dari teman-teman organisasi, kampus, dan rekan kuliah membantu tim menghadapi tekanan. Mereka tetap berusaha fokus hingga kompetisi berakhir.
Aida juga memiliki alasan pribadi untuk memperjuangkan kemenangan tahun ini. Ia telah mengikuti ISFO selama tiga tahun, tetapi pada dua penyelenggaraan sebelumnya hanya mencapai semifinal bersama tim yang berbeda.
Pada penyelenggaraan 2026, ia akhirnya berhasil menembus grand final dan membawa pulang gelar juara pertama. Pencapaian tersebut menjadi pengalaman penting dalam perjalanan akademiknya.
BACA JUGA: UB Gelar BICoPAM 2026, Libatkan 121 Peserta dari 39 Institusi untuk Dukung SDGs
Sementara itu, Dea Alifiah Ihsani, mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam FEB UB angkatan 2024, menilai kesempatan bertanding langsung di Jakarta sebagai pengalaman berharga. Sebelumnya, tim melewati tahapan penyisihan secara daring.
Pengalaman menghadapi peserta lain secara langsung menambah wawasan dan kesiapan mereka dalam berkompetisi. Kemenangan ini sekaligus menjadi dorongan bagi mahasiswa UB untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang ekonomi dan keuangan syariah.
Aida berharap generasi berikutnya di KSEI CIES FEB UB dapat meneruskan prestasi tersebut. Ia juga ingin pengalaman mengikuti ISFO menjadi bekal untuk menapaki karier setelah menyelesaikan studi.