BLIMBING, DISWAYMALANG.ID – Batik dan wayang kulit diperkenalkan kepada generasi muda melalui rangkaian kegiatan seni budaya yang digelar Padepokan Puspawarno di Kota Malang. Kegiatan berupa workshop batik pada sore hari dan pagelaran wayang kulit hingga tengah malam ini menyasar pelajar SMA serta mahasiswa.
Ketua Padepokan Puspawarno, Arva, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mengenalkan seni tradisional kepada generasi muda agar tidak semakin jauh dari budaya Indonesia di tengah derasnya pengaruh budaya populer asing.
Rangkaian acara dimulai dengan workshop batik pada sore hari, kemudian dilanjutkan pagelaran wayang kulit pukul 19.00 hingga 23.00 WIB.
BACA JUGA:Hari Gurita Sedunia 8 Oktober: Sejarah dan 526,67 Ton Tangkapan dari Malang
Menurut Arva, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan generasi muda, bukan hanya melalui pengenalan, tetapi juga dengan membangun ketertarikan agar seni tradisional tetap memiliki tempat di kehidupan masyarakat.
“Harapannya, teman-teman anak muda lebih sadar dan peduli terhadap budaya lokal, budaya Indonesia. Kita boleh mengenal budaya modern dan budaya asing, tetapi jangan sampai lupa dengan jati diri kita sendiri,” ujarnya.
Arva menilai, generasi muda tetap dapat mengikuti perkembangan budaya global, termasuk K-pop dan musik Barat, tanpa meninggalkan identitas budaya Indonesia. Popularitas budaya asing, menurutnya, dapat menjadi dorongan bagi anak muda untuk ikut memperkenalkan kesenian lokal dengan cara yang relevan dengan perkembangan zaman.
BACA JUGA:Padepokan Puspawarna Resmi di Malang, Sasar Generasi Z untuk Lestarikan Wayang-Karawitan
Ia berharap batik dan wayang kulit tidak hanya dipandang sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga dikenal melalui pengalaman langsung. Workshop batik memberi ruang bagi peserta untuk mengenal budaya batik, sedangkan pagelaran wayang kulit mempertemukan generasi muda dengan seni pertunjukan tradisional.
Arva juga mengingatkan pentingnya memegang prinsip “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya dan lingkungan tempat seseorang hidup.
Padepokan Puspawarno berharap kegiatan tersebut mendorong pelajar dan mahasiswa lebih mengenal budaya Indonesia serta ikut memperkenalkannya kepada masyarakat luas.
BACA JUGA:Ketua DPRD Kota Malang Soroti Potensi Kasus Kekerasan Anak Tak Terlaporkan
Pelestarian seni tradisional, menurut Arva, perlu berlanjut melalui keterlibatan generasi muda agar batik dan wayang kulit tetap dikenal di tengah perubahan selera dan perkembangan zaman.