Gus Baha: Tasbih Mengajarkan Kita Menerima Semua Ciptaan Allah (5)

Kamis 08-10-2026,05:54 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Katak mati mungkin membuat seseorang jijik. Namun bagi ayam, bisa menjadi makanan.

Maka, sesuatu yang tidak kita sukai belum tentu tidak memiliki fungsi dalam kehidupan.

Dalam kerangka tasbih, manusia dilatih untuk mengakui: Allah lebih mengetahui apa yang kita tidak ketahui.

Prinsip ini juga tampak dalam QS Al-Baqarah ayat 30 ketika para malaikat mempertanyakan penciptaan khalifah di bumi. Mereka menyebut potensi kerusakan dan pertumpahan darah manusia, sementara mereka bertasbih dan menyucikan Allah. Allah kemudian menjawab, “Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Gus Baha menariknya ke kehidupan sehari-hari. Jangan sampai manusia terlalu cepat menilai sesuatu hanya karena tidak sesuai dengan seleranya.

Tasbih Melatih Hati Menerima Ketetapan Allah

Karena itu, tasbih bukan sekadar gerakan lisan. Ada latihan batin di dalamnya.

Ketika mengucapkan Subhanallah, seseorang sedang mengakui bahwa Allah Mahasuci dari segala kekurangan. Ketika disertai wa bihamdihi, manusia juga mengakui bahwa segala pujian pada hakikatnya kembali kepada Allah.

Nabi Muhammad saw bahkan menyebut Subhanallahi wa bihamdihi sebagai salah satu kalimat yang ringan diucapkan tetapi berat dalam timbangan amal dan dicintai Ar-Rahman.

Maka, menurut Gus Baha, tasbih seharusnya tidak berhenti pada jumlah bacaan.

Lebih jauh, tasbih melatih manusia agar tidak terlalu mudah kecewa ketika kenyataan tidak sesuai keinginan. Sebab, kalau benar-benar mengakui Allah sebagai pencipta dan pengatur seluruh makhluk, manusia harus belajar menerima bahwa tidak semua hal harus sesuai dengan seleranya.

Ada yang kita sukai, ada yang kita benci. Ada yang kita pahami manfaatnya, ada pula yang belum kita pahami.

Tetapi semuanya tetap berada dalam ciptaan dan pengetahuan Allah.

Itulah sebabnya tasbih menjadi latihan yang sederhana tetapi dalam: memuji Allah bukan hanya ketika melihat sesuatu yang kita sukai, melainkan juga ketika berhadapan dengan ciptaan yang belum kita mengerti hikmahnya. (bersambung)

Kategori :