Retret 345 Kepala Sekolah, Ada Pembinaan ala Militer

Selasa 06-10-2026,18:25 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Mohammad Khakim

KLOJEN, DISWAYMALANG.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan anggaran sekitar Rp300 juta dari APBD untuk menggelar retret bagi 345 kepala sekolah SD dan SMP negeri maupun swasta.

Kegiatan pembinaan tersebut direncanakan berlangsung selama satu hari tanpa menginap dan menjadi bagian dari evaluasi serta pembinaan kepala sekolah setelah munculnya kasus kekerasan terhadap siswa di SMPN 18 Malang beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:Malang Makin Panas, Suhu Siang Bisa 34 Derajat, Ini Penjelasan BMKG

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang Suwarjana mengatakan. anggaran kegiatan telah disiapkan melalui APBD Kota Malang. “Anggaran dari APBD, ini ada sekitar Rp300 jutaan,” ujar Suwarjana, Selasa (6/10/2026).

Sebanyak 345 kepala sekolah akan mengikuti kegiatan tersebut. Rinciannya, 225 kepala sekolah negeri dan 120 kepala sekolah swasta dari jenjang SD dan SMP.


Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana-Halim/diswaymalang.id-

Menurut Suwarjana, seluruh kepala sekolah akan mengikuti pembinaan tersebut tanpa terkecuali. “Semua akan ikut,” katanya.

Kegiatan direncanakan berlangsung di Graha Purva Praja, Islamic Center Kota Malang. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai memiliki kapasitas yang memadai untuk menampung seluruh peserta.

Meski waktu pelaksanaan belum ditetapkan secara pasti, Disdikbud menargetkan kegiatan tersebut terlaksana pada 2026. “Kalau tidak bisa bulan ini ya kemungkinan bulan depan lah,” ujar Suwarjana.

Retret akan berlangsung selama satu hari dengan melibatkan instruktur dari unsur militer. Materi yang diberikan tidak hanya berupa pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mencakup pembinaan fisik dan kedisiplinan dengan pola ala militer.

BACA JUGA:BEM UI Adu Dugaan Penganiayaan Hafidz Hernanda ke Polda Metro, Ini Kejanggalannya

“Iya, ada militer-militer, kemudian juga ada kelas-kelasnya. Kami juga sudah sosialisasi kepada para kepala sekolah terkait hal ini,” jelasnya.

Suwarjana mengatakan pembinaan tersebut ditujukan untuk memperkuat sikap dan kemampuan kepala sekolah dalam menjalankan fungsi kepemimpinan, termasuk dalam melakukan pembinaan terhadap siswa.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi bagian dari upaya Pemkot Malang memperkuat lingkungan sekolah agar lebih aman dan kondusif bagi peserta didik.

Dengan anggaran sekitar Rp300 juta, biaya kegiatan tersebut secara kasar setara sekitar Rp870 ribu per kepala sekolah jika dibagi rata berdasarkan jumlah 345 peserta. Namun, angka tersebut belum tentu merupakan biaya langsung per peserta karena anggaran dapat mencakup kebutuhan instruktur, tempat, konsumsi, perlengkapan, dan kebutuhan kegiatan lainnya. 

Kategori :