BATU, DISWAYMALANG.ID - Kobaran api yang membakar kawasan Hutan Pinus Petak 228 A RPH Oro-Oro Ombo, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, berhasil dipadamkan. Di balik padamnya api, tim gabungan harus berjibaku menghadapi medan hutan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Kebakaran yang terjadi pada Senin (5/10/2026) itu terdeteksi sekitar pukul 09.30 WIB. Api diduga berasal dari sisa bara pembakaran serasah atau daun kering yang kembali menyala dan merambat ke vegetasi pinus yang dalam kondisi kering.
Sekitar pukul 12.00 WIB, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 600 meter persegi. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Berjibaku di Medan Sulit
Proses pemadaman tidak mudah. Lokasi titik api berada di kawasan hutan dengan medan yang sulit dijangkau sehingga kendaraan pemadam tidak bisa langsung mendekati titik kebakaran.
Tim gabungan akhirnya mengandalkan pemadaman secara manual. Mereka membawa peralatan menuju lokasi, kemudian memukul dan memutus titik-titik api sekaligus mengendalikan arah rambatan kobaran.
Selain memadamkan api, petugas juga membuat sekat bakar atau ilaran di sekitar area yang terbakar. Langkah ini dilakukan untuk memutus jalur rambatan api dan mencegah kobaran menjalar ke bagian hutan lainnya.
Sekat Bakar Cegah Api Meluas
Kepala BPBD Kota Batu Suwoko menjelaskan kebakaran diduga dipicu bara dari pembakaran serasah yang belum benar-benar padam. Bara tersebut kembali menyala dan kemudian merambat ke tanaman serta material kering di kawasan hutan.
Kondisi vegetasi yang kering membuat api lebih mudah menjalar. Karena itu, selain pemadaman langsung, tim harus memastikan kobaran tidak melewati batas yang telah dibuat.
Penanganan dilakukan secara bersama-sama oleh sekitar 30 personel yang terdiri atas BPBD Kota Batu, Perhutani, pengelola Gunung Panderman, pemerintah desa, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), relawan dan warga.
Kolaborasi Petugas dan Warga
Keterlibatan banyak unsur menjadi bagian penting dalam proses pemadaman. Setelah api utama berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada titik api atau bara yang berpotensi kembali menyala.
Upaya tersebut dilakukan karena material berupa daun kering dan serasah di kawasan hutan dapat menyimpan bara. Jika tidak ditangani hingga benar-benar aman, bara tersebut berpotensi kembali memicu kebakaran.
Dengan medan yang sulit dan akses kendaraan yang terbatas, pemadaman manual menjadi pilihan utama tim di lapangan. Berkat koordinasi antarpihak, kobaran akhirnya berhasil dilokalisasi dan dipadamkan tanpa menimbulkan korban.