PPSN VI 2026 di Malang: Khofifah Ajak 4.500 Santri Tanam 1.000 Pohon

Minggu 04-10-2026,10:53 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID - Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026 di Kabupaten Malang tidak hanya menjadi arena pembentukan karakter dan keterampilan santri. Ribuan peserta juga diajak menerjemahkan kepedulian terhadap alam melalui gerakan penanaman 1.000 pohon.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin penanaman tersebut bersama santri peserta PPSN VI di Pondok Pesantren Wisata An-Nur II Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian PPSN VI yang berlangsung 30 September hingga 6 Oktober 2026. Berdasarkan data yang disampaikan ANTARA, sekitar 4.500 santri pramuka mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 3.000 peserta asal Jawa Timur dan 1.500 peserta dari 33 provinsi lainnya.

Khofifah: Menanam Pohon sebagai Sedekah Oksigen

Khofifah menyebut gerakan penghijauan tersebut sebagai bentuk sederhana kepedulian terhadap lingkungan sekaligus sedekah oksigen.

Menurutnya, kegiatan menanam pohon tidak berhenti pada aktivitas seremonial. Santri juga perlu memahami bahwa menjaga lingkungan membutuhkan kesabaran dan tanggung jawab karena manfaat pohon baru dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Lingkungan kita wujudkan dengan banyak menanam. Insya Allah akan menjadi bagian dari sedekah oksigen,” kata Khofifah dalam rangkaian kegiatan PPSN VI.

Pesan tersebut sejalan dengan dorongan Khofifah agar santri pramuka mengambil peran lebih luas dalam kehidupan masyarakat. Sebelumnya, ia juga menekankan pentingnya persaudaraan, gotong royong, kedisiplinan dan kepedulian terhadap sesama sebagai nilai yang melekat dalam pendidikan pesantren dan kepramukaan.

1.000 Pohon untuk Kawasan Pesantren

Sebanyak 1.000 bibit pohon disiapkan untuk penghijauan kawasan pesantren. Jenis yang ditanam meliputi 300 pohon mangga, 300 pohon pule, 300 pohon tabebuya dan 100 pohon maja.

Pemilihan jenis tanaman dan lokasi penanaman dikoordinasikan dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur serta Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur dengan mempertimbangkan kondisi dan karakteristik lahan.

Khofifah secara simbolis menanam pohon maja bersama para peserta PPSN VI.

Penanaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan menanam. Perawatan setelah penanaman menjadi bagian penting agar bibit dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.

Ekoteologi dalam Pendidikan Santri

Gerakan penghijauan menjadi salah satu bentuk pembelajaran lingkungan dalam PPSN VI 2026. Peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kepramukaan, tetapi juga diajak melihat hubungan antara nilai keagamaan dan tanggung jawab menjaga alam.

Kategori :