JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Veda Ega Pratama menghadapi sejumlah tantangan dalam Moto3 Jepang 2026 di Sirkuit Motegi. Setelah mengakhiri FP1 di posisi ke-16, pembalap Honda Team Asia itu masih harus beradaptasi dengan karakter lintasan, menemukan setelan motor yang tepat, dan memangkas jarak dengan para rival yang sejak awal tampil kompetitif.
Hasil FP1 memang belum menentukan posisi Veda pada balapan. Namun, sesi pembuka memberikan gambaran mengenai pekerjaan yang harus diselesaikan Honda Team Asia sebelum memasuki rangkaian sesi berikutnya.
Tantangan Pertama, Beradaptasi dengan Aspal Baru
Salah satu tantangan Veda di Motegi adalah kondisi permukaan lintasan. Aspal Sirkuit Motegi yang baru membuat karakter grip berbeda sehingga pembalap membutuhkan waktu untuk mendapatkan referensi.
Situasi tersebut membuat Veda dan tim harus kembali mencari setelan motor yang sesuai. Pemilihan pengaturan motor menjadi penting karena setiap perubahan kecil dapat memengaruhi kecepatan dan stabilitas ketika melahap satu putaran.
Dalam FP1, Veda belum mampu menemukan kombinasi yang membuatnya bertahan di kelompok depan. Ia sempat berada di posisi ke-15, tetapi kemudian tergeser dan menyelesaikan sesi di P16.
Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa Veda masih memiliki ruang untuk meningkatkan catatan waktunya.
Persaingan Moto3 Sangat Rapat
Tantangan berikutnya datang dari persaingan Moto3 yang sangat ketat. Selisih waktu antarpembalap bisa sangat tipis sehingga posisi di klasemen sementara dapat berubah hanya dalam satu putaran.
Ryusei Yamanaka menjadi yang tercepat pada FP1 dengan catatan 1 menit 55,676 detik. David Muñoz berada hanya 0,033 detik di belakangnya, sedangkan Álvaro Carpe terpaut 0,233 detik.
Kondisi tersebut membuat Veda tidak cukup hanya memperbaiki posisi beberapa tingkat. Ia perlu memangkas waktu secara signifikan agar bisa mendekati kelompok terdepan.
Dengan Veda berada di P16, pekerjaan Honda Team Asia selanjutnya adalah mencari tambahan performa dari motor sekaligus membantu pembalap Indonesia tersebut mendapatkan ritme yang lebih konsisten.
Tantangan Ketiga, Bangun Ritme Sejak Latihan
Motegi juga menuntut pembalap untuk segera mendapatkan ritme. Setiap sesi menjadi kesempatan penting untuk memahami karakter lintasan dan menentukan strategi menghadapi sesi berikutnya.
Veda masih memiliki waktu untuk melakukan evaluasi setelah FP1. Hasil latihan pertama dapat menjadi bahan bagi tim untuk menentukan perubahan setelan sebelum sesi selanjutnya.
Selain Veda, situasi Honda Team Asia juga diwarnai hasil kurang ideal dari pembalap lain. Zen Mitani berada di posisi ke-20, sementara Hakim Danish menempati P22 setelah mengalami kecelakaan.
Bagi Veda, fokus utama kini adalah meningkatkan kecepatan secara bertahap. Posisi ke-16 pada FP1 belum menggambarkan potensi akhirnya di Moto3 Jepang 2026.
Jika mampu menemukan setelan motor yang lebih sesuai dengan kondisi Motegi dan meningkatkan catatan waktu, Veda masih berpeluang memperbaiki posisinya pada sesi berikutnya.