Veda Ega Pratama Hadapi Ujian Motegi, Akselerasi Honda Jadi Kunci

Rabu 30-09-2026,12:15 WIB
Reporter : Ulfa Mahfiroh
Editor : Ulfa Mahfiroh

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Veda Ega Pratama menghadapi tantangan berbeda saat Moto3 Jepang bergulir di Mobility Resort Motegi. Sirkuit ini tidak hanya menuntut kecepatan, tetapi juga kemampuan pengereman, akselerasi, traksi, dan strategi slipstream. Kondisi tersebut membuat performa Honda Team Asia menjadi salah satu faktor penting bagi peluang Veda.

Motegi memiliki karakter stop-and-go yang cukup khas. Pembalap harus berulang kali mengurangi kecepatan secara drastis sebelum kembali membuka gas menuju trek lurus. Karena itu, motor dengan stabilitas pengereman dan akselerasi kuat akan memiliki keuntungan di sejumlah bagian lintasan.

Akselerasi Honda Jadi Perhatian

Mobility Resort Motegi memiliki panjang 4,8 kilometer dengan 14 tikungan. Terdapat delapan tikungan kanan dan enam tikungan kiri, sementara trek lurus terpanjang mencapai 762 meter.

Karakter tersebut membuat akselerasi keluar tikungan menjadi sangat penting. Pembalap harus mampu mendapatkan traksi roda belakang ketika keluar dari tikungan lambat sebelum memanfaatkan kecepatan di lintasan lurus.

Bagi Honda Team Asia, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah. Veda Ega Pratama dan Zen Mitani perlu memaksimalkan kemampuan Honda NSF250RW ketika keluar dari tikungan.

Perbandingan dengan motor KTM juga menjadi perhatian. Dalam balapan Moto3 yang berlangsung ketat, perbedaan kecil ketika keluar tikungan dapat memengaruhi posisi pembalap saat memasuki trek lurus berikutnya.

Motegi juga memiliki sejumlah tikungan tajam, termasuk hairpin. Pembalap harus mampu melakukan rotasi motor dengan cepat dan kembali membuka throttle secara efektif.

Pengereman Keras Jadi Ciri Khas

Selain akselerasi, Motegi sangat menuntut kemampuan pengereman. Pembalap datang dari kecepatan tinggi sebelum harus mengurangi kecepatan untuk melewati tikungan yang lebih lambat.

Situasi tersebut membutuhkan kestabilan bagian depan motor dan kontrol pengereman yang baik. Kesalahan kecil ketika mengerem dapat membuat pembalap kehilangan momentum sekaligus posisi.

Karakter itu juga menjadi peluang bagi Veda. Ia memiliki pengalaman berlomba di Motegi ketika mengikuti Idemitsu Asia Talent Cup 2023.

Pada seri Jepang 2023, Veda berhasil memenangi dua balapan. Pada balapan pertama, pembalap asal Indonesia tersebut meraih kemenangan setelah memulai dari posisi keenam. Ia kemudian kembali menjadi pemenang pada balapan kedua.

Pengalaman tersebut membuat Veda memiliki pengetahuan terhadap karakter lintasan Motegi. Namun, kondisi saat ini berbeda karena ia menggunakan Honda NSF250RW dalam persaingan Moto3.

Slipstream Bisa Tentukan Posisi

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah slipstream. Trek lurus sepanjang 762 meter memberikan peluang bagi pembalap untuk memanfaatkan posisi di belakang rival sebelum melakukan pengereman.

Situasi seperti itu sangat lazim dalam Moto3. Posisi di dalam rombongan dapat berubah dengan cepat, terutama ketika pembalap memasuki lap terakhir.

Veda perlu membaca pergerakan rival, menentukan racing line, serta memilih waktu yang tepat untuk melakukan manuver. Kemampuan tersebut dapat menjadi modal penting ketika persaingan berlangsung dalam grup besar.

Kategori :