Cuaca Gunung dan Perairan Malang 29 September: Arjuno-Welirang Hujan Rintik, Gelombang 2,5 Meter

Selasa 29-09-2026,06:42 WIB
Reporter : Panca Rachmad Pamungkas
Editor : Mohammad Khakim

Gunung Welirang Juga Berpotensi Hujan Rintik

Pola serupa terjadi di Gunung Welirang. Pagi hari diprakirakan berawan dengan suhu sekitar 18 derajat Celsius, kemudian meningkat hingga 22 derajat pada pukul 13.00.

Hujan rintik berpotensi terjadi pada pukul 13.00 dengan perkiraan curah hujan 0,45 milimeter. Pada pukul 16.00, hujan rintik masih berpeluang turun dengan perkiraan 0,24 milimeter dan suhu sekitar 21 derajat.

Malam hari, kondisi cuaca diprakirakan kembali menjadi berawan hingga sedikit berawan dengan suhu sekitar 15 derajat Celsius.

Rekomendasi Pendakian Berdasar Cuaca

Berdasarkan prakiraan cuaca, kondisi Gunung Bromo, Gunung Arjuno, dan Gunung Welirang dinilai cukup mendukung untuk pendakian. Bromo diprakirakan cerah hingga sedikit berawan dengan suhu sekitar 10–18 derajat Celsius dan angin tenang.

Arjuno dan Welirang juga masuk rekomendasi cuaca yang cukup baik untuk pendakian. Namun, pendaki tetap perlu mewaspadai potensi hujan ringan pada siang hingga sore hari.

Kecuali Semeru, per 29 September 2026, pendakian Gunung Semeru masih ditutup total terutama karena kebakaran hutan di Blok Ranu Kembang, kawasan yang berada di sekitar jalur pendakian.

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) menutup jalur pendakian sejak 26 Agustus 2026 untuk mendukung proses pengendalian dan pemadaman kebakaran serta evakuasi pengunjung yang masih berada di kawasan. Penutupan berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Perairan Malang Gelombang Capai 2,5 Meter

Sementara itu, kondisi di Perairan Malang untuk Selasa, 29 September, menunjukkan cuaca udara kabur dengan suhu sekitar 25 derajat Celsius dan kelembapan 90 persen.

Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan sekitar 8 knot dan hembusan mencapai 14 knot. Arus bergerak ke arah barat sekitar 2,07 knot.

Yang perlu menjadi perhatian adalah tinggi gelombang yang mencapai 2,5 meter. Data BMKG Maritim juga menunjukkan Perairan Malang berada dalam kategori gelombang tinggi pada periode 28 September–1 Oktober 2026. Pada perkembangan berikutnya, tinggi gelombang diprakirakan masih berada sekitar 2,1–2,4 meter.

Karena itu, pelaku aktivitas pelayaran, nelayan, maupun masyarakat yang beraktivitas di pesisir selatan Malang perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan gelombang sebelum melaut.

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Lokal

Sementara itu, meski peringatan dini cuaca ekstrem khusus Jawa Timur tidak tercantum dalam informasi BMKG terbaru yang menjadi acuan, potensi perubahan cuaca tetap perlu diwaspadai. Terutama di wilayah pegunungan dan perbukitan Malang.

Kategori :