Setiap peserta diwajibkan sudah berada di lokasi maksimal 45 menit sebelum jadwal keberangkatan sesuai nomor urut masing-masing. Ketentuan tersebut diperlukan untuk menjaga kelancaran pemberangkatan puluhan kelompok yang mengikuti karnaval.
Selain arak-arakan, penyelenggara juga menyiapkan panggung utama sebagai salah satu pusat kegiatan.
“Panggung utamanya di depan Mushola Al Firdaus, sebelum kantor NU,” imbuh Luqman.
Panggung tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara selain parade yang menampilkan berbagai kreasi masyarakat Desa Belung.
Puluhan Sound System Dukung Karnaval
Belung Culture Carnival 2026 tidak hanya diramaikan peserta karnaval. Persiapan teknis juga dilakukan dengan melibatkan puluhan sound system.
Check sound dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 2 Oktober 2026, sehari sebelum pelaksanaan karnaval.
Sejumlah penyedia sound system yang tercantum dalam daftar panitia antara lain Bee Audio & Lighting, 13 Sound, Prissi Audio Garage, Faw M Audio, Gilang Production, GP Pro Audio, Antasena Pro Production, Pentol Balap, Cuci Singkong Audio Production, Proposal Audio Sound System, Adimas Jaya Audio & Fan, Diva Audio, Bimpa Audio Malang, GTT Audio, JJ Audio, HRJ Audio, GBS Pro Audio, KS Audio Lighting dan RR Audio & Lighting.
Kehadiran banyak sound system tersebut menjadi bagian dari karakter perayaan masyarakat Belung yang memadukan parade budaya dengan kreativitas warga.
Menjaga Tradisi, Merayakan Kreasi
Belung Culture Carnival 2026 diselenggarakan PHBN Desa Belung 2026 bersama Karang Taruna Gemulung Delima Desa Belung.
Tema “Menjaga Tradisi, Merayakan Kreasi” menjadi pesan utama kegiatan. Masyarakat tidak hanya diajak mempertahankan unsur budaya dan kebersamaan, tetapi juga diberi ruang untuk menampilkan kreativitas masing-masing.
Peserta dari lembaga pendidikan maupun masyarakat umum akan membawa kreasi mereka dalam arak-arakan yang melintasi kawasan Desa Belung.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum warga memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dalam suasana kebersamaan.
Untuk diketahui, Pemerintah Desa Belung saat ini dijalankan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Desa Shulhan Hadi Wijaya setelah kepala desa terpilih sebelumnya meninggal dunia.
Dengan puluhan kelompok peserta, panggung utama dan dukungan sound system, Belung Culture Carnival 2026 diproyeksikan menjadi salah satu agenda budaya masyarakat Poncokusumo pada awal Oktober.