MALANG, DISWAYMALANG.ID--Cuaca kawasan pegunungan Malang Raya pada Rabu, 16 September 2026, diprakirakan berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan. Perubahan tutupan awan dapat terjadi dari pagi hingga malam, terutama di kawasan dengan ketinggian.
Kondisi tersebut perlu diperhatikan wisatawan yang hendak menuju kawasan Gunung Bromo, Gunung Semeru, Arjuno, Welirang, Butak, Panderman, maupun Kawi. Suhu di kawasan pegunungan diprakirakan lebih rendah dibandingkan wilayah perkotaan, terutama pada malam hingga dini hari.
Selain suhu dingin, kabut atau udara kabur berpotensi muncul di sejumlah lereng dan jalur pegunungan. Fenomena tersebut dapat mengurangi jarak pandang, khususnya ketika kendaraan melintas di jalur berkelok, tanjakan, dan kawasan wisata yang berada di dataran tinggi.
Cuaca Bromo dan Semeru
Kawasan Bromo dan Semeru diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan. Kondisi langit dapat berubah seiring perkembangan awan pada siang, sore, dan malam hari.
Wisatawan yang melakukan perjalanan menuju kawasan penanjakan, lautan pasir, maupun jalur pendakian Semeru perlu menyiapkan pakaian hangat. Suhu malam dan dini hari di kawasan pegunungan dapat terasa cukup dingin, sekitar 10–16 derajat Celsius.
Sementara angin di area terbuka dan puncak dapat memperkuat sensasi dingin. Pengunjung juga perlu memantau perubahan cuaca sebelum berangkat. Jika kabut menebal atau jarak pandang menurun, perjalanan sebaiknya dilakukan dengan kecepatan rendah dan mengutamakan keselamatan.
Arjuno, Welirang, Butak, Panderman, dan Kawi
Kawasan pegunungan Arjuno-Welirang serta Butak-Panderman-Kawi juga diprakirakan mengalami kondisi cerah berawan hingga berawan.
Perbedaan suhu antara siang, malam, dan dini hari cukup terasa di kawasan ini, sekitar 10-18 derajat Celcius. Jalur pendakian dan area wisata yang terbuka berpotensi mengalami terpaan angin lebih kuat dibandingkan kawasan permukiman.
Pendaki disarankan membawa perlengkapan sesuai kondisi pegunungan, termasuk jaket, pelindung angin, penerangan, serta perlengkapan antisipasi apabila kabut muncul. Aktivitas pendakian juga perlu menyesuaikan informasi terbaru dari pengelola jalur dan kondisi lapangan.
Kabut atau udara kabur berpotensi muncul di lereng dan jalur pendakian, terutama ketika suhu menurun pada sore hingga dini hari. Kondisi ini dapat mengurangi jarak pandang sehingga wisatawan dan pendaki perlu menyiapkan pakaian hangat serta perlengkapan penerangan.
Perairan Malang Selatan
Berbeda dengan kawasan pegunungan, kondisi Perairan Malang Selatan diprakirakan berawan hingga berawan tebal. Angin diprakirakan bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 10–21 knot.
Tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 1,25–2,3 meter atau masuk kategori sedang. Kondisi ini perlu menjadi perhatian nelayan, kapal kecil, wisatawan pantai, serta masyarakat yang melakukan aktivitas di sekitar garis pantai.
Gelombang dapat meningkat apabila angin bertambah kuat atau terjadi embusan mendadak. Nelayan dan operator wisata bahari disarankan memperhatikan perubahan angin, tinggi gelombang, serta informasi maritim terbaru sebelum melaut atau membawa wisatawan ke perairan.
Kewaspadaan Cuaca dan Risiko Karhutla
Pada periode kemarau, vegetasi yang mengering dan terpaan angin dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah, pembukaan lahan, atau pembersihan area menggunakan api.
Warga juga diimbau menghindari berteduh di bawah pohon tua, baliho, tiang, atau bangunan sementara apabila angin menguat. Pengendara yang melintas di kawasan pegunungan perlu mewaspadai kabut, udara kabur, serta perubahan jarak pandang.
Prakiraan cuaca bersifat dinamis. Masyarakat, wisatawan, pendaki, dan nelayan tetap perlu memantau pembaruan informasi cuaca sebelum dan selama melakukan aktivitas di darat, pegunungan, maupun perairan.