5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Ini Sosoknya dan Update Pencarian SAR

Rabu 09-09-2026,09:16 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Informasi terbaru menyebut operasi SAR sempat menghadapi kendala cuaca buruk, gelombang tinggi, angin kencang dan jarak pandang terbatas.

4. Firdaus Wajidi

Firdaus Wajidi merupakan jurnalis dan fotografer Anadolu Agency.

Namanya dalam laporan awal kerap disebut Daus. Namun, data pencarian mencatat nama lengkap Firdaus Wajidi.

Firdaus sebelumnya aktif meliput berbagai peristiwa nasional. Ia juga tercatat sebagai fotografer Anadolu Agency dalam sejumlah publikasi foto.

Firdaus berada dalam rombongan yang berangkat dari Carita menuju kawasan Anak Krakatau bersama empat jurnalis lainnya.

5. Donal Husni

Donal Husni merupakan fotografer atau jurnalis lepas. Namanya juga tercatat dalam daftar orang yang masih dicari setelah speedboat hilang kontak.

Donal diketahui menjadi bagian dari rombongan yang berangkat untuk mendokumentasikan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Hingga Rabu pagi, belum ada informasi terverifikasi mengenai keberadaan Donal maupun empat jurnalis lainnya.

Delapan Orang Masih Dicari

Selain lima jurnalis, terdapat tiga orang lain dalam speedboat tersebut. Mereka adalah Warta berusia 55 tahun sebagai kapten kapal, Surakman berusia 60 tahun sebagai ABK, serta Heriyanto berusia 49 tahun sebagai pemandu.

Dengan demikian, total terdapat delapan orang yang masih dalam pencarian. Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah satu anggota rombongan sempat mengirimkan share location kepada rekannya di Lampung sekitar pukul 14.42 WIB. Setelah itu komunikasi dengan rombongan terputus.

Dalam perkembangan berikutnya, muncul informasi mengenai kemungkinan keberadaan speedboat di sekitar Pulau Sebesi. Namun, informasi tersebut masih diverifikasi dan belum dapat dijadikan dasar bahwa rombongan telah ditemukan atau dievakuasi.

SAR Bagi Pencarian Menjadi Empat SRU

Pencarian hari kedua dimulai Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Tim SAR membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit atau SRU untuk memperluas cakupan penyisiran.

SRU 1 menggunakan KN SAR Tetuka 247 dengan rencana penyisiran sekitar 68,3 nautical mile. SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan rencana jarak pencarian 69,5 nautical mile.

Kategori :